Bukan jenis makanannya saja, ukuran piring ternyata berpengaruh besar. Semakin besar piring, maka semakin berisiko menaikkan berat badan. Begini penjelasannya.
Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata bisa membawa dampak besar bagi kesehatan tanpa kita sadari. Banyak orang fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi, tapi sering melupakan faktor lain yang juga memengaruhi pola makan.
Hal-hal kecil ternyata bisa membentuk kebiasaan yang sulit dikendalikan. Salah satunya ukuran piring makan yang kerap dianggap ringan ternyata punya dampak yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Healthy Food, fenomena "porsi makan membesar" atau yang dikenal sebagai portion distortion kini menjadi salah satu penyebab tersembunyi di balik kebiasaan makan berlebih. Tanpa disadari, ukuran piring yang digunakan untuk makan memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi.
Ukuran piring makan terbukti dalam penelitian dapat memengaruhi jumlah asupan makanan. Foto: iStock |
Dalam beberapa dekade terakhir, ukuran piring makan mengalami peningkatan signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa diameter piring makan modern kini bisa mencapai sekitar 30 centimeter.
Bahkan perbesarannya signifikan naik hampir seperempat dibandingkan ukuran pada awal abad ke-20. Dampaknya, piring yang lebih besar memberi ruang untuk menaruh lebih banyak makanan.
Ilusi optik memainkan peran penting dalam bagaimana mata menilai porsi makanan. Makanan dalam jumlah yang sama bisa terlihat lebih sedikit jika disajikan di piring besar, terutama jika piring tersebut memiliki pinggiran lebar.
Meski hasil penelitian tentang pengaruh ukuran piring terhadap jumlah konsumsi masih bervariasi, beberapa studi menunjukkan bahwa orang cenderung mengambil porsi lebih besar saat menggunakan piring besar. Apalagi jika mereka tidak terlalu memperhatikan apa yang dimakan.
Semakin besar piringnya akan membuat konsumen semakin tidak menyadari makan lebih banyak. Foto: iStock |
Faktor seperti distraksi saat makan juga memperparah kondisi ini. Fenomena portion distortion tidak hanya terjadi di rumah, tetapi juga dipengaruhi oleh tren industri makanan.
Dalam beberapa waktu terakhir, ukuran porsi di restoran, makanan cepat saji, hingga produk kemasan meningkat drastis. Kondisi ini membuat standar porsi normal ikut bergeser.
Akibatnya, banyak orang terbiasa makan dalam jumlah lebih besar dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh. Ketika seseorang terus-menerus makan dalam porsi besar, tubuh cenderung menerima asupan kalori lebih tinggi dari kebutuhan.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Untuk mengatasi masalah ini, ganti piring besar dengan yang lebih kecil serta terapkan praktik mindful eating.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN