Makan Daging Jadi Kunci Panjang Umur? Ini Hasil Studi Terbarunya

Makan Daging Jadi Kunci Panjang Umur? Ini Hasil Studi Terbarunya

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Kamis, 02 Apr 2026 06:00 WIB
Two raw rib eye steak on a wooden Board on a table prepared for the grill. Top view rustic style
Foto: iStock
Jakarta -

Selama ini, makan daging sering dianggap kurang baik untuk kesehatan. Namun, sebuah studi terbaru justru menemukan manfaat di balik konsumsi daging.

Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang bisa masuk dalam pola makan bergizi seimbang. Sayangnya, konsumsi daging kerap dikaitkan dengan efek samping, terutama daging merah.

Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan manfaat konsumsi daging. Melansir dari Food and Wine (20/3), penelitian ini dilakukan pada lebih dari 5.000 orang lanjut usia berumur 80 tahun ke atas di China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti mengikuti pola makan mereka selama kurang lebih 20 tahun. Salah satu yang diamati adalah seberapa sering mereka mengonsumsi daging, lalu dibandingkan dengan peluang mereka mencapai usia 100 tahun.

ADVERTISEMENT
Beef and vegetables for the preparation of French pot-au-feuRutin konsumsi daging sapi dikaitkan dengan umur panjang. Foto: Getty Images/iStockphoto/philipimage

Hasilnya cukup menarik. Lansia yang memiliki berat badan rendah dan rutin makan daging setiap hari diketahui punya peluang sekitar 44% lebih besar untuk hidup hingga usia 100 tahun. Dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak makan daging, kelompok ini terlihat lebih 'tahan lama'.

Hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Pada lansia dengan berat badan normal atau berlebih, makan daging tidak menunjukkan pengaruh apapun. Artinya, manfaat ini hanya terlihat pada kondisi tertentu, terutama pada mereka yang cenderung kurus atau berisiko kekurangan gizi.

Para peneliti menjelaskan bahwa hal ini kemungkinan berkaitan dengan kebutuhan tubuh di usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, tubuh cenderung kehilangan massa otot dan kekuatan. Daging mengandung protein tinggi serta nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan seng yang dibutuhkan tubuh untuk tetap kuat.

Di usia yang sangat tua, fokus utama tak lagi sekadar menghindari penyakit, tetapi juga menjaga tubuh tetap kuat dan tidak kekurangan nutrisi.

Ilustrasi belanja daging sapiMenurut ahli gizi, ada beberapa hal yang juga penting untuk diperhatikan dalam konsumsi daging sapi. Foto: Getty Images/iStockphoto/gilaxia

Dalam kondisi ini, asupan protein yang cukup menjadi sangat penting, terutama bagi lansia yang berat badannya rendah. Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa penelitian ini hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab langsung.

Artinya, belum bisa dipastikan bahwa makan daging pasti membuat umur lebih panjang. Selain itu, jenis daging yang dikonsumsi dalam penelitian ini juga tidak dijelaskan secara rinci.

Kesimpulannya, makan daging memang bisa bermanfaat, tetapi hanya pada kondisi tertentu. Untuk kebanyakan orang, pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan. Jadi, tidak perlu langsung mengubah pola makan secara ekstrem. Namun, lebih baik menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads