Ide Antimainstream! Pria Ini Jualan Tiramisu dari Boks Telepon Merah

Ide Antimainstream! Pria Ini Jualan Tiramisu dari Boks Telepon Merah

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Senin, 30 Mar 2026 16:00 WIB
Ide Antimainstream! Pria Ini Jualan Tiramisu dari Boks Telepon Merah
Foto: Mirror UK
Jakarta -

Boks telepon merah khas Inggris identik sebagai ikon klasik di pinggir jalan Inggris. Namun, siapa sangka benda ini bisa disulap jadi tempat jualan dessert yang unik.

Boks telepon merah sudah lama menjadi ikon Inggris. Boks ikonik ini merupakan bilik telepon umum yang dirancang oleh Sir Giles Gilbert Scott.

Melansir Mirror UK (24/3), seorang pria mengubah boks telepon merah yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah kedai kecil. Bukan sekadar tempat biasa, ia memanfaatkannya untuk berjualan tiramisu. Ide ini pun langsung menarik perhatian banyak orang karena dinilai kreatif dan berbeda dari yang lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boks telepon tersebut memang sudah tidak digunakan lagi. Di Inggris, banyak boks telepon lama yang kini dialihfungsikan karena penggunaan telepon umum semakin menurun. Kondisi ini membuat banyak orang mencoba memanfaatkannya untuk berbagai keperluan baru.

Salah satunya dilakukan Daniele Benedettini, pria 31 tahun asal Roma, yang menggunakan boks telepon merah tidak terpakai di Russell Square, London. Ia menilai pemanfaatan boks ini ideal karena murah, alih-alih Benedettini harus menyewa tempat.

ADVERTISEMENT

Benedettini menjual tiramisu, makanan khas negara asalnya. Ia memilih dessert ini lantaran memungkinkan dijual di tempat sempit, tidak seperti pasta dan pizza yang membutuhkan ruang lebih besar.

Ide Antimainstream! Pria Ini Jualan Tiramisu dari Boks Telepon MerahWalkmisu, tiramisu yang dijual di boks telepon merah di London. Foto: Mirror UK

Benedettini berinvesitasi sebesar Β£1,000 atau sekitar Rp 22,5 juta untuk menyulap boks telepon merah menjadi kedai tiramisu. Pada Agustus 2020, ia resmi membuka usaha bernama Walkmisu ini.

Harga tiramisu homemade buatannya berkisar Β£6.95 atau sekitar Rp 156 ribu, termasuk untuk varian Pistachio dan Biscoff yang populer. "Saat itu, tidak ada yang menjual tiramisu murni, dan sebagian besar tempat menjualnya dengan alkohol, padahal resep aslinya bebas alkohol," kata Benedettini menyoal dessert buatannya.

Sekitar 6 tahun berselang, kini Benedettini sudah meluncurkan online shop untuk Walkmisu. Ia melayani pembelian dan pengiriman ke penjuru Inggris.

Benedettini mengakui, kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu kunci sukses usahanya. Ia memanfaatkan teknologi ini untuk membantu mengelola bisnisnya menjadi terobosan besar dan menghemat berjam-jam waktu kerjanya.

Ia bahkan sedang mempertimbangkan untuk memperluas mereknya sambil berencana untuk memanfaatkan AI dan AI agen secara lebih luas lagi.

"Saya bisa menggunakannya untuk peramalan cuaca, pemasok, menjawab pertanyaan pelanggan, dan untuk mengembangkan sisi bisnis online," tutupnya.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads