Bukan Nggak Bersyukur, Pemilik Bakery Ini Punya Alasan Kapok Viral

Bukan Nggak Bersyukur, Pemilik Bakery Ini Punya Alasan Kapok Viral

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 27 Mar 2026 19:00 WIB
Bukan Nggak Bersyukur, Pemilik Bakery Ini Punya Alasan Kapok Viral
Foto: Business Insider
Jakarta -

Pemilik bakery yang hampir bangkut mendadak viral. Terima pesanan ratusan croissant per hari, ia justru mengaku kapok menjadi viral.

Di era media sosial, viral sering dianggap sebagai jalan pintas menuju kesuksesan. Banyak bisnis kecil bermimpi produknya tiba-tiba populer dan diserbu pelanggan.

Namun, di balik euforia tersebut, ada efek lain yang dialami sebuah toko. Tekanan kerja, beban kerja yang lebih besar, hingga ekspektasi pelanggan yang terus melonjak membuat pengelola harus bekerja lebih keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dialami seorang pemilik toko kue atau bakery kecil. Dilansir dari Business Insider, (25/3/2026), Jatee Kearsley merupakan pemilik bakery bernama Je T'aime Patisserie yang berlokasi di Brooklyn, Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT
Bukan Nggak Bersyukur, Pemilik Bakery Ini Punya Alasan Kapok ViralAwalnya hampir bangkrut, pemilik bakery mendadak viral. Foto: Business Insider

Bisnisnya sempat nyaris bangkrut tiba-tiba berubah drastis setelah sebuah video tentang tokonya viral di media sosial. Sebelum viral, kondisi keuangan bisnisnya sangat memprihatinkan. Ia sampai tidak yakin bisa membayar karyawan keesokan harinya.

Segalanya berubah ketika konten tentang tokonya diunggah oleh akun kuliner populer dan langsung menarik perhatian publik. Dalam waktu singkat, jumlah pelanggan melonjak drastis.

Namun, lonjakan permintaan ini justru memunculkan masalah baru. Produksi yang sebelumnya hanya sekitar 200 croissant per minggu melonjak menjadi ratusan dalam hitungan hari.

Sayangnya, jumlah tim tidak bertambah. Ia harus meminta bantuan keluarga, teman, hingga relawan demi memenuhi pesanan yang terus berdatangan.

Bukan Nggak Bersyukur, Pemilik Bakery Ini Punya Alasan Kapok ViralSetelah viral, banyak tekanan pekerjaan yang membuatnya justru merasa kapok. Foto: Business Insider

Tekanan kerja meningkat tajam. Hari-hari panjang dimulai sejak pagi buta, bahkan ia harus tidur di toko demi memastikan semua pesanan terpenuhi.

Selain itu, ekspektasi pelanggan juga ikut meningkat. Banyak pengunjung datang dengan harapan tinggi, tapi harus kecewa karena stok cepat habis atau antrean terlalu panjang.

Lambat laun justru bermunculan kritik dan komentar negatif dari pelanggan yang kecewa. Fenomena ini nyatanya memberikan tekanan baru bagi Jatee dan tim di bakerynya.

Bukannya tak bersyukur, ia merasa timnya tak memiliki kapasitas untuk mengatasi keviralannya. Walaupun begitu ia akan tetap berusaha menyediakan makanan berkualitas untuk seluruh pelanggan maupun orang-orang di sekitarnya.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads