Kasus kekerasan di dapur restoran kembali terjadi. Chef ini ketahuan menyerang asistennya dengan sup panas. Begini kronologinya!
Tong Ah Eating House adalah kedai kopi tradisional legendaris di 35 Keong Saik Road, Chinatown, Singapura, yang beroperasi sejak 1939. Terkenal dengan menu kaya toast (roti panggang kaya) yang sangat renyah dan kopi tradisional, tempat ini menjadi tujuan populer untuk sarapan autentik.
Sayangnya, citra legendaris dari kopitiam ini harus tercoret, setelah salah satu chef atau juru masak di Tong Ah Eating House dijatuhi hukuman penjara karena menyerang asisten dapurnya dengan sup panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putusan tersebut dijatuhkan setelah pengadilan menyatakan pelaku terbukti melakukan kekerasan berulang terhadap bawahannya saat bekerja di dapur restoran tersebut.
Dilansir dari Mothership (19/03/2026), pelaku diketahui bernama Kee Pui Yen, warga negara Malaysia berusia 50 tahun. Ia menghadapi empat dakwaan, termasuk sengaja menyebabkan luka menggunakan benda berbahaya serta melakukan intimidasi.
Pada 17 Maret 2026, ia mengaku bersalah atas dua dakwaan, sementara dua dakwaan lainnya turut dipertimbangkan dalam proses penjatuhan hukuman. Pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman 13 minggu penjara.
Ilustrasi chef di Dapur Foto: iStock |
Korban dalam kasus ini adalah Chen Guoxing, yang juga merupakan warga negara Malaysia dan bekerja sebagai asisten dapur. Berdasarkan dokumen pengadilan, konflik bermula dari rasa frustrasi pelaku terhadap korban yang dianggap bekerja terlalu lambat dan kerap mencampur bahan makanan secara keliru, sehingga menyebabkan pesanan yang salah.
Situasi tersebut kemudian berkembang dari sekadar kata-kata kasar menjadi kekerasan fisik. Pada 9 Maret 2025, pelaku dilaporkan mengambil sup panas dan menyiramkannya ke pergelangan tangan korban.
Keesokan harinya, tindakan serupa kembali terjadi, kali ini mengenai bagian dada. Korban saat itu tidak melaporkan kejadian tersebut karena khawatir pelaku akan mendapat masalah.
Namun, kekerasan kembali terjadi pada 11 April 2025. Dalam keadaan marah, pelaku kembali melemparkan sup panas yang mengenai dada korban hingga menyebabkan luka bakar tingkat pertama.
Sehari setelahnya, ia kembali mencoba melempar sup panas dan bahkan mengancam korban. Dalam persidangan terungkap bahwa pelaku mengatakan, "Jika kamu kembali bekerja, saya akan menyiramkan air panas lagi kepadamu."
Menu makanan di Tong House. Foto: Site News |
Karena merasa terancam, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Petugas medis yang datang menemukan luka bakar sepanjang sekitar empat sentimeter di bagian dada korban.
Ia kemudian dirujuk ke Singapore General Hospital untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter juga menemukan bekas luka lain di bagian dada, pinggang, dan pergelangan tangan yang diduga berasal dari insiden sebelumnya.
Pemilik restoran yang bermarga Chen mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah kasusnya terungkap. Ia menyatakan, "Sebagai pemilik, tentu kami tidak menginginkan hal seperti ini terjadi. Jika kami mengetahui riwayatnya sebelumnya, kami tidak akan mempekerjakannya."
Chen menambahkan bahwa korban dikenal pekerja keras dan masih bekerja di restoran tersebut hingga sekarang.
(sob/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN