Rasulullah SAW Anjurkan Makan Sebelum Salat Idulfitri, Ini Maknanya

Hidangan Lebaran Nikmat

Rasulullah SAW Anjurkan Makan Sebelum Salat Idulfitri, Ini Maknanya

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 21 Mar 2026 05:00 WIB
Selected Focus Ketupat Lebaran, served with Sambal Goreng Kentang, Opor Ayam and Telur Semur. Traditional Celebratory Menu during Eid al-Fitr and Eid al-Adha in Indonesia
Foto: Getty Images/Aufa Fahmi
Jakarta -

Sunnah makan sebelum salat Idulfitri dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW mencontohkan dengan makan kurma sebagai tanda berbuka di hari kemenangan.

Saat Hari Raya Idulfitri, umat muslim tidak dianjurkan untuk berpuasa. Sebaliknya, ada sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan salat Id, yaitu makan terlebih dahulu.

Momen Idulfitri menjadi waktu penuh kebahagiaan setelah sebulan menjalani ibadah puasa Ramadan. Dalam perayaannya, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya makan sebelum berangkat salat Idul Fitri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paket ketupat lebaranKetupat dan opor ayam untuk hidangan lebaran. Foto: Getty Images/Valens Hascaryo

Anjuran ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Dalam hadis tersebut disebutkan, "Rasulullah SAW tidak berangkat keluar untuk salat Idulfitri hingga beliau memakan beberapa butir kurma," (HR. Bukhari).

ADVERTISEMENT

Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil sebelum salat Id.

"Adalah Rasulullah tidak pergi untuk melakukan salat Idulfitri sampai beliau memakan tujuh butir kurma," demikian bunyi riwayat tersebut.

Tips opor ayamOpor ayam untuk hidangan lebaran. Foto: Istimewa

Kebiasaan makan sebelum salat Idulfitri ini memiliki makna tersendiri. Dalam kitab Faidhul Qodir, Al-Munawi menjelaskan bahwa hal ini menjadi tanda bahwa umat muslim diperbolehkan untuk berbuka pada hari tersebut.

Anjuran itu sekaligus menghapus anggapan larangan makan sebelum salat Id yang sempat ada di awal masa Islam.

Kurma dipilih sebagai makanan karena memiliki rasa manis yang dapat memberikan energi dan menyegarkan tubuh. Namun, jika tidak tersedia kurma, makanan manis lainnya juga bisa menjadi alternatif.

Imam As-Syafi'i dalam kitab Al-Umm juga menegaskan pentingnya makan sebelum berangkat salat Idulfitri.

Ia menyebutkan, "Kami memerintahkan setiap orang yang ingin salat Idulfitri untuk makan sebelum berangkat ke masjid."

Meski demikian, anjuran ini bersifat sunnah, bukan kewajiban. Artinya, umat muslim tetap tidak berdosa jika tidak sempat makan sebelum melaksanakan salat Idul Fitri.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads