Wine coffee makin populer di kalangan pencinta kopi. Meski aromanya mirip wine, kopi ini dibuat lewat proses fermentasi dan tidak mengandung alkohol.
Wine dikenal sebagai minuman beralkohol yang diharamkan dalam Islam. Sementara kopi merupakan minuman dari bahan nabati yang umumnya halal dikonsumsi.
Belakangan muncul istilah wine coffee yang cukup populer di kalangan pencinta kopi. Nama ini membuat sebagian orang bertanya-tanya soal kehalalannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apa sebenarnya wine coffee dan bagaimana proses pembuatannya? Berikut penjelasan tentang proses, rasa, hingga status halalnya.
Dikutip dari Halal MUI (29/9/22) berikut faktanya:
1. Wine Coffee Semakin Dikenal di Kalangan Pecinta Kopi
Ilustrasi kopi wine. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Wine dikenal sebagai minuman beralkohol hasil fermentasi anggur. Dalam ajaran Islam, minuman ini termasuk yang diharamkan karena bersifat memabukkan.
Sementara itu kopi berasal dari bahan nabati yang pada dasarnya halal. Selama tidak dicampur bahan haram, kopi aman dikonsumsi oleh umat Muslim.
Belakangan muncul istilah wine coffee atau coffee wine. Nama ini membuat sebagian orang bertanya-tanya soal kehalalannya.
2. Wine Coffee Bukan Hal Baru di Dunia Kopi
Menurut pemerhati kopi Mustika Treisna Yuliandri, wine coffee bukan inovasi baru. Jenis kopi ini sudah lama dikenal di industri kopi.
Wine coffee merupakan kopi yang melalui proses fermentasi khusus. Proses ini menghasilkan aroma dan rasa yang menyerupai wine.
"Wine coffee dapat disebut kopi fermentasi atau kopi yang melalui proses fermentasi sebelum menjadi biji kopi," tulisnya.
3. Proses Fermentasi yang Membentuk Aroma Khas
Ilustrasi kopi wine. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Kopi yang dipilih biasanya berasal dari tanaman yang tumbuh di dataran tinggi. Idealnya kopi ditanam di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.
Buah kopi yang matang dan berwarna merah difermentasi tanpa dikupas terlebih dahulu. Biji kopi disimpan di tempat khusus untuk menjalani proses fermentasi.
Proses fermentasi dan pengeringan dilakukan berulang kali selama 30 hingga 60 hari. Hasilnya kopi akan mengeluarkan aroma mirip alkohol atau wine.
4. Tidak Mengandung Alkohol Meski Aromanya Mirip Wine
Meski aromanya menyerupai wine, kopi ini tidak mengandung alkohol. Proses fermentasi hanya bertujuan menciptakan karakter rasa yang unik.
Mustika Treisna Yuliandri juga pernah mencoba wine coffee dari Takengon, Aceh. Ia menyebut rasanya cukup berbeda dibanding kopi biasa.
"Saya pernah mencoba wine coffee dari Takengon. Rasanya unik, segar, asam dan sensasinya berbeda," ujarnya.
5. Penamaan Wine Coffee Jadi Sorotan Soal Sertifikasi Halal
Ilustrasi kopi wine. Foto: Ilustrasi iStock |
Secara bahan dan proses, kopi termasuk produk yang tidak kritis dalam penilaian halal. Fermentasi yang dilakukan juga bukan untuk menghasilkan alkohol.
Namun persoalan muncul pada penggunaan nama wine coffee. Hal ini berkaitan dengan aturan penamaan produk dalam sertifikasi halal.
"Meski bahannya halal, jika menggunakan nama tertentu yang tidak memenuhi kriteria, maka produk tidak bisa disertifikasi halal," jelas Muslich dari LPPOM.
Simak Video "Kreasi Kue Kaasstengels dengan Emping"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN