Resign dari Kantor, Karyawan Ini Ditagih Uang Camilan oleh Bos!

Resign dari Kantor, Karyawan Ini Ditagih Uang Camilan oleh Bos!

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 13 Mar 2026 18:30 WIB
Ilustrasi tea break
Foto: iStock
Jakarta -

Memutuskan resign, seorang karyawan justru ditagih uang camilan Rp 90.000 oleh bosnya. Padahal bonus kerjanya selama setahun tak pernah dibayar.

Kisah ini dibagikan oleh seorang wanita asal Malaysia yang menggunakan nama samaran Alicia melalui media sosial.

Ceritanya viral karena dinilai menunjukkan ironi antara citra perusahaan dan perlakuan terhadap karyawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alicia sebelumnya bekerja sebagai marketing executive di sebuah perusahaan yang mengadakan program penghargaan bagi para pengusaha sukses.

Saat pertama kali bergabung, ia mengaku memiliki harapan besar karena dijanjikan komisi setiap kali berhasil merekrut peserta untuk mengikuti program tersebut.

ADVERTISEMENT
Ilustrasi tea breakIlustrasi tea break Foto: iStock

"Awalnya terdengar masuk akal. Selama setahun saya berhasil mengajak cukup banyak pengusaha untuk ikut program itu," ujarnya, seperti yang dikutip dari WoB (13/3).

Meski bukan karyawan dengan pencapaian tertinggi, Alicia mengatakan ia tetap berhasil menutup beberapa kesepakatan.

Setiap kali berhasil mendapatkan peserta baru, ia merasa bangga karena menganggap pekerjaannya bermakna.

Namun kenyataannya berbeda dari yang diharapkan. Selama hampir satu tahun bekerja, Alicia mengaku tidak pernah menerima bonus yang dijanjikan oleh atasannya.

"Saya tidak menerima satu sen pun. Bukan satu bulan atau tiga bulan, tapi selama satu tahun penuh," katanya.

Ilustrasi tea breakIlustrasi tea break Foto: iStock

Setiap kali ia menanyakan soal bonus tersebut, sang bos hanya memberi jawaban yang sama. "Dia selalu tersenyum dan berkata, 'Nanti kita urus,'" tutur Alicia.

Karena merasa kecewa, Alicia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun kejadian mengejutkan justru terjadi tepat sebelum ia meninggalkan perusahaan itu.

Ia mengatakan bosnya tiba-tiba menagih uang yang disebut sebagai biaya tea break atau camilan yang pernah mereka nikmati bersama. Jumlahnya sekitar Rp 90.000.

"Tepat sebelum saya pergi, bos saya berkata kami harus menyelesaikan uang tea break sebelumnya. Jumlahnya Rp 90.000. Saat itu saya tidak tahu harus tertawa atau menangis," ujarnya.

Menurut Alicia, situasi tersebut terasa sangat ironis. Ia merasa aneh karena bonus karyawan selama setahun bisa diabaikan, tetapi uang camilan dalam jumlah kecil justru ditagih dengan serius.

"Bonus setahun bisa diabaikan, tapi Rp 90.000 harus diselesaikan dengan benar," katanya.

Meski heran, Alicia akhirnya tetap membayar uang tersebut. Ia mengaku tidak menyangka pengalaman paling membekas dari pekerjaannya justru bukan prestasi kerja, melainkan tagihan camilan Rp 90.000 itu.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads