×
Ad

Unik! Warga Pemalang Sambut 10 Hari Terakhir Ramadan dengan Bagi-bagi Serabi

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 10 Mar 2026 18:00 WIB
Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Jakarta -

Tradisi Serabi Likuran di Desa Penggarit, Pemalang, jadi cara unik warga menyambut 10 hari terakhir Ramadan dengan berbagi serabi kuah kincau kepada tetangga.

Tradisi kuliner sering menjadi bagian penting dalam perayaan Ramadan di berbagai daerah Indonesia. Salah satu yang unik datang dari Pemalang, Jawa Tengah.

Di Desa Penggarit, masyarakat memiliki tradisi berbagi serabi saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Tradisi ini dikenal dengan sebutan Serabi Likuran.

Serabi yang disajikan bukan sekadar camilan manis. Hidangan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan cara warga mempererat silaturahmi.

Dikutip dari pemalangkab.go.id (9/5/21) berikut fakta menarik tentang serabi likuran:

1. Tradisi Likuran di Akhir Ramadan

Tradisi Serabi Likuran di Pemalang. Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Sepuluh hari terakhir Ramadan sering disebut sebagai likuran. Malam-malam ganjil dipercaya sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar yang lebih mulia dari seribu bulan.

Momen ini juga dirayakan dengan berbagai tradisi di daerah. Salah satunya tradisi berbagi makanan di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari budaya Ramadan warga. Selain bernilai religius, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

2. Tradisi Berbagi Serabi kepada Tetangga

Tradisi ini dilakukan dengan saling memberi serabi kepada tetangga. Serabi disajikan dengan kuah kincau yang manis dan gurih.

Kuah tersebut dibuat dari gula aren dan santan kelapa muda parut. Rasanya manis legit dan menjadi ciri khas sajian ini.

Dulu hampir setiap keluarga membuat serabi sendiri. Setelah itu mereka mengantarkannya ke tetangga atau kerabat dekat.



Simak Video "Potensi Besar Kuliner Indonesia Masuk Pasar Internasional "


(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork