Kenapa Sahur Sangat Dianjurkan Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Kenapa Sahur Sangat Dianjurkan Saat Puasa? Ini Penjelasannya

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 10 Mar 2026 03:00 WIB
Sunnah sahur
Foto: iStock
Jakarta -

Anjuran sahur dalam Islam memiliki kisah menarik dari sahabat Nabi Qais bin Shirmah hingga turunnya ayat Al-Baqarah tentang puasa.

Sahur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan saat menjalankan puasa Ramadan. Kegiatan makan sebelum fajar ini membantu tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.

Selain bermanfaat bagi tubuh, sahur juga memiliki nilai sunnah. Banyak umat Muslim menjadikannya bagian penting dari ibadah puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik anjuran sahur, ternyata ada kisah menarik dari masa awal Islam. Cerita ini berkaitan dengan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut asal usul dianjurkannya sahur sebelum puasa:

1. Kisah Qais bin Shirmah, Sahabat Nabi yang Jadi Awal Anjuran Sahur

Sunnah sahurIlustrasi sahur bersama keluarga. Foto: iStock

Anjuran makan sahur bermula dari kisah seorang sahabat Nabi bernama Qais bin Shirmah. Ia berasal dari kalangan Anshar dan bekerja sebagai buruh kebun kurma di Madinah.

ADVERTISEMENT

Pada awal disyariatkannya puasa Ramadan, aturan soal waktu makan belum begitu jelas. Banyak umat Islam tidak makan sepanjang malam dan baru kembali makan saat waktu berbuka tiba.

Hal itu membuat sebagian orang menjalani puasa tanpa sahur. Padahal kondisi cuaca di Madinah dikenal sangat panas dan melelahkan bagi para pekerja.

2. Qais Tertidur dan Melewatkan Sahur

Suatu hari Qais pulang ke rumah dalam keadaan sangat lelah setelah bekerja. Ia mendapati tidak ada makanan di rumahnya.

Istrinya kemudian keluar untuk mencari makanan bagi Qais. Namun karena terlalu lelah, Qais tertidur sebelum makanan itu datang.

Sang istri tidak tega membangunkannya hingga Qais tidur semalaman. Akibatnya, ia melewatkan sahur dan tetap berpuasa tanpa makan sejak hari sebelumnya.

3. Turunnya Ayat Al-Qur'an tentang Waktu Sahur

Sunnah sahurSunnah sahur. Foto: iStock

Karena belum makan sejak hari sebelumnya, Qais tetap melanjutkan puasa. Pada siang hari ia akhirnya jatuh pingsan karena kelelahan.

Kisah tersebut kemudian sampai kepada Rasulullah SAW. Setelah itu turun ayat Al-Qur'an yang menjelaskan waktu makan saat berpuasa.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 187 dijelaskan bahwa umat Islam boleh makan dan minum hingga terbit fajar. Sejak saat itu, ketentuan sahur dan berbuka menjadi lebih jelas bagi umat Islam.

"... Dan makan minumlah hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga (datang) malam,..." (Q.S Al-Baqarah ayat 187.

4. Apakah sahur wajib?

Makan sahur dianjurkan bagi umat Muslim yang akan menjalankan puasa Ramadan maupun puasa sunah. Meski hukumnya sunah, sahur dipercaya membawa keberkahan.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur. Bahkan dalam hadis disebutkan sahur tetap dianjurkan meski hanya dengan seteguk air.

Selain memberi berkah, sahur juga menjadi pembeda puasa umat Islam dengan ahlul kitab. Waktu sahur umumnya dilakukan sejak tengah malam hingga menjelang subuh atau imsak.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jangan Lupa Makan Sayur Buah Saat Sahur untuk Tahan Lapar!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads