Viral Ojol Disiram Kuah Gegara Protes Pesanan Soto Belum Jadi Tapi Sudah 'Ready'

Viral Ojol Disiram Kuah Gegara Protes Pesanan Soto Belum Jadi Tapi Sudah 'Ready'

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 08 Mar 2026 14:00 WIB
Viral Ojol Disiram Kuah Gegara Protes Pesanan Soto Belum Jadi Tapi Sudah Ready
Foto: Instagram @chodijah811
Jakarta -

Ramai di media sosial insiden sopir ojek online disiram kuah soto oleh penjual. Hal ini dipicu status pesanan yang sudah ditandai 'ready' (siap) di aplikasi, tetapi saat sopir sampai, ternyata makanan belum siap.

Kisruh antara sopir ojek online dan penjual makanan kembali terjadi. Insiden ini dibagikan langsung lewat unggahan video di akun Instagram @chodijah811 (4/3), Dalam video tersebut, sopir ojek online ini mengaku diguyur kuah soto oleh penjual Soto Tangkar Bang Jay, berlokasi di Jakarta Barat.

"Gua diguyur tuh pakai kuah soto," ujarnya dalam video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi awalnya sopir ojek online menerima pesanan dari pelanggan di warung soto tersebut. Baru dua menit pesanan masuk, warung tersebut sudah memencet tombol 'ready' yang menandakan pesanan siap diambil.

ADVERTISEMENT

Melihat notifikasi seperti itu, sopir ojol bergegas ke lokasi untuk segera mengambil pesanan pelanggan. Namun ketika sampai, rupanya pesanan pelanggan masih dalam proses.

Menurut sopir ojek online tersebut, penjual masih membakar sate dan juga membungkus makanan yang mana tandanya pesanan masih belum siap. Dilihat dari klip video, memang terlihat penjual laki-laki yang masih mengipas-ngipas beberapa tusukan sate.

Viral Ojol Disiram Kuah Gegara Protes Pesanan Soto Belum Jadi Tapi Sudah 'Ready'Ketika driver ojol sampai, ternyata pesanan pelanggan masih diproses atau belum siap. Foto: Instagram @chodijah811

Melihat hal seperti ini, sopir ojek online menegur penjual lantaran semua pergerakan sopir terbaca oleh sistem GPS dan bisa memegaruhi estimasi pengantaran yang sudah berjalan. Namun ketika diberi tahu, menurutnya penjual malah berperilaku kasar dan memintanya untuk membatalkan pesanan.

Dalam klip video terdengar sopir ojek online ini mengungkap, "Makanan belum jadi nih masih dibakar nih. Nah ini udah dipencet siap (ready). Jangan sampai gue laporin ke kantor sekalian. Gak gitu caranya. Makanan belum jadi, lo udah pencet siap," ujar sopir ojek online ini ke penjual.

"Bukan masalah pelitnya bang, kita dibaca GPS nya terbaca sama sistem. Gua baru dua menit masuk orderan lo udah pencet siap. Orang suruh kebut-kebutan sampe sini belum jadi makanannya," ujar sopir ojol ke penjual soto.

Viral Ojol Disiram Kuah Gegara Protes Pesanan Soto Belum Jadi Tapi Sudah 'Ready'Kisruh ini memicu emosi keduanya, sampai akhirnya penjual menyiram kuah soto ke driver ojol. Foto: Instagram @chodijah811

Sopir ojek online yang diperlakukan kasar juga meminta netizen lain membantunya memberi rating 1 ke restoran tersebut.

Unggahannya lantas ramai dibanjiri komentar netizen. Beberapa membela sopir ojek online dan menyalahkan penjual, tetapi ada juga yang sebaliknya.

Salah satu netizen memberi penjelasan mengapa sistem seperti itu dipermasalahkan oleh sopir. Menurutnya, driver atau sopir ojek online punya waktu estimasi pengantaran. Jika restoran sudah klik pesanan siap, saat itulah estimasi pengantarannya berjalan.

"Dari video di atas, driver mempermasalahkan pesanan sudah siap padahal masih dipanggang, sedangkan estimasi pengantarannya sudah berjalan. Jika estimasi tersebut habis dibuat nunggu satenya matang, otomatis akun drivernya akan ke suspend (dinonaktifkan) minimal tiga hari dan maksimal 7 hari kejra. Jadi drivernya tidak bisa narik atau tidak bisa kerja. Bayangkan kalau itu sumber penghasilan satu-satunya si driver," ujar netizen ini.

Netizen lain juga membantu menjelaskan jika pesanan yang diklik 'siap' artinya sopir sudah harus membawa pesanan ke pelanggan. Jika sopir telat melewati estimasi pengantaran, hal tersebut akan memengaruhi performa akun sopir ojol hingga sopir bisa mendapat sanksi.

Konten kreator ojek online dengan nama akun @ojol.diary turut mengomentari kasus ini. Menurutnya masalah ini sebenarnya klasik di mana resto menekan tombol pesanan sudah siap tujuannya agar driver cepat sampai. Di sisi lain sopir ingin cepat karena dituntut aplikasi.

"Jadi sebenarnya kita itu sama-sama dikejar waktu. Bagaimanapun juga jangan sampai seperti itu. Masa cuma karena emosi, driver disiram kuah soto. Itu keterlaluan," ujarnya dalam video.

Menurut konten kreator ojek online ini, penjual yang jualan lewat aplikasi seharusnya bisa memenuhi SOP aplikasi. Sopir ojol memang dituntut cepat, tetapi restoran juga harus profesional karena keduanya sama-sama bagian dari ekosistem.

"Jadi jangan saling menjatuhkan. Kita itu sama-sama korban sistem," lanjutnya.

Sampai saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak warung soto tangkar tersebut. Namun di aplikasi ojek online, restorannya ditandai sudah tutup. Tim detikFood juga sudah mencoba mengkonfirmasi ke akun sopir ojol tersebut, tetapi belum mendapat respons.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads