Memilih ramen ternyata tidak sesederhana melihat gambar di menu. Setiap jenis ramen punya karakter kuah, tekstur mi, dan cita rasa yang berbeda.
Ramen merupakan hidangan mi khas Jepang yang punya banyak penggemar di Indonesia. Saat ini ramen bahkan jadi menu andalan banyak restoran di Tanah Air.
Namun, kreasi ramen yang disuguhkan sering kali beragam. Nama atau istilah jenisnya mungkin bikin kamu bingung mengenali komposisi maupun cita rasa khasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari Times of India (01/03), terdapat 8 jenis ramen yang wajib diketahui sebelum memesan agar tidak salah pilih. Berikut di antaranya:
1. Shoyu Ramen
Shoyu ramen dikenal sebagai salah satu gaya klasik dari Tokyo. Kuahnya berbasis kecap asin dengan warna cokelat bening dan rasa gurih yang aromatik.
Biasanya dibuat dari kaldu ayam atau babi. Mi yang digunakan berukuran sedang dan sedikit keriting, disajikan bersama chashu, rebung, rumput laut, dan telur setengah matang. Cita rasanya yang seimbang dan familiar membuatnya cocok dikonsumsi pemula karena bikin nyaman.
2. Miso Ramen
Miso ramen dikenal punya kuah lebih kental dan lebih kaya rasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio |
Berasal dari Hokkaido, miso ramen memiliki kuah lebih kental dan kaya rasa karena menggunakan pasta kedelai fermentasi alias miso. Sajian ini biasanya dilengkapi sayuran tumis, daging cincang, serta tambahan jagung atau mentega yang membuatnya terasa lebih kaya.
3. Tonkotsu Ramen
Tonkotsu ramen terkenal dengan kuah pekat hasil rebusab tulang babi. Foto: Istimewa |
Tonkotsu ramen terkenal dengan kuah putih pekat yang dihasilkan dari rebusan tulang babi selama berjam-jam. Proses tersebut menciptakan rasa umami yang kuat dan tekstur lembut. Mi yang digunakan biasanya tipis dan lurus agar mudah menyerap kuah.
Topping populer untuk tonkotsu ramen biasanya chashu daging babi, jamur kuping, daun bawang, dan acar jahe.
4. Shio Ramen
Shio berarti garam. Jenis ramen ini memiliki kuah paling ringan dan jernih dibandingkan varian lainnya. Kuahnya bisa berasal dari kaldu ayama tau seafood.
Rasanya sederhana dan seimbang, cocok bagi penikmat ramen dengan cita rasa tidak terlalu berat.
5. Tsukemen
Tsukemen punya kuah lebih pekat dan gurih. Foto: ramen Jepang |
Tsukemen disajikan dengan cara berbeda, yakni mi dan kuah dipisah. Mi yang lebih tebal dicelupkan ke dalam kuah yang kental sebelum disantap. Kuahnya biasanya lebih pekat dan gurih dibandingkan ramen biasa.
Kuah tersebut berasal dari kaldu tulang babi, seafood, atau produk kedelai. Biasanya tsukemen disantap saat bulan-bulan dengan cuaca hangat di Jepang.
6. Hakata Ramen
Hakata ramen merupakan varian tonkotsu yang berasal dari distrik Hakata di Fukuoka. Ciri khasnya adalah mi sangat tipis dan cepat matang. Beberapa kedai menyediakan tambahan mi yang dapat dimasukkan ke kuah yang masih tersisa. Kuah ramen gaya Hakata biasanya agak creamy berbasis babi.
7. Kitakata Ramen
Kitakata ramen berasal dari Prefektur Fukushima. Kuahnya berbasis kecap asin tapi lebih ringan dibandingkan shoyu khas Tokyo. Mi yang digunakan tebal, datar, dan sedikit keriting dengan tekstur kenyal.
Kitakata Ramen populer dinikmati saat sarapan. Banyak yang menyukai kreasi simpel ramen ini yang juga membawa kesan nostalgia masa kecil.
8. Tantanmen
Tantanmen punya kuah pedas creamy. Foto: ramen Jepang |
Tantanmen terinspirasi dari mi dan dan khas Sichuan, China. Kuahnya pedas dan creamy berkat campuran pasta wijen serta minyak cabai. Cita rasanya kuat dan kaya rasa.
Tantanmen mewakili evolusi ramen, bukti bahwa hidangan ini terus beradaptasi sambil tetap menghormati akar asalnya.
(Dita Aliccia Armadani/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN