Berbeda dengan kafe pada umumnya, kafe ini disebut paling berbahaya dan ekstrem di dunia karena lokasinya yang berada di tebing curam. Begini penampakannya!
Sebuah kafe yang berdiri di tebing curam Provinsi Fujian, China, menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara karena menawarkan pengalaman minum kopi di ketinggian ekstrem.
Gushi Cliff Coffee berlokasi sekitar 60 hingga 70 meter di atas permukaan laut, menempel pada dinding tebing di Desa Gushi. Tempat ini diklaim sebagai kafe paling ekstrem di dunia, karena akses menuju lokasi tidaklah mudah dan memacu adrenalin.
Dilansir dari OddityCentral (02/03/2026), untuk mencapai kafe tersebut, pengunjung harus menempuh jalur via ferrata, yaitu jalur pendakian tebing yang dilengkapi dengan kabel baja, tangga, dan pijakan besi selama kurang lebih 30 menit dengan pendamping pemandu.
Setelah itu, wisatawan akan diturunkan menggunakan teknik rappelling menuju pijakan berbentuk persegi panjang yang dibaut langsung ke tebing dan berfungsi sebagai area duduk. Seluruh proses dilakukan di bawah pengawasan instruktur profesional. Pengelola kafe menegaskan bahwa reservasi wajib dilakukan sebelumnya dan tidak seorang pun diperbolehkan turun tanpa pendampingan staf atau pemandu.
Harga satu minuman di kafe ini dipatok sekitar 398 hingga 400 yuan (Rp 980.000 - Rp 983.000). Tarif tersebut sudah termasuk pilihan kopi atau teh, camilan ringan, perlengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman, asuransi wajib, serta biaya instruktur.
Tidak ada batasan waktu bagi pengunjung untuk berada di kafe setelah berhasil mencapai lokasi. Mereka dapat menikmati pemandangan pegunungan dan laut lepas sambil bersantai menikmati kopi hingga camilan.
Sejak dibuka dan mulai viral di media sosial pada 2024, kafe ini menarik sekitar 50 pengunjung per hari pada hari kerja dan lebih banyak saat akhir pekan serta musim liburan. Popularitasnya didorong oleh kombinasi lokasi yang ekstrem hingga pemandangan indah yang tak biasa ditemukan di kafe biasa.
Bagi wisatawan mancanegara, perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh dengan penerbangan menuju Fuzhou melalui Beijing, Shanghai, atau Guangzhou, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Desa Gushi.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
(sob/adr)