Sehari Raup Rp 25 Juta, Tapi Warung Nasi Ayam Pilih Tutup karena Hal Ini

Sehari Raup Rp 25 Juta, Tapi Warung Nasi Ayam Pilih Tutup karena Hal Ini

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 24 Feb 2026 18:00 WIB
Warung Nasi Ini Terpaksa Tutup Meski Penghasilan Hariannya Rp 25 Juta
Foto: Instagram
Jakarta -

Meski bisa meraup Rp 25 juta sehari, sebuah warung nasi ayam pilih tutup beroperasi karena sebuah alasan. Begini kisahnya.

Banyak pemilik usaha kuliner menutup gerai mereka karena berbagai hal. Salah satunya karena kondisi ekonomi yang buruk, entah karena pendapatan yang kurang atau masalah mahalnya biaya sewa.

Hal inilah yang dialami sebuah warung nasi ayam di Singapura. Pada Agustus 2025, OK Chicken Rice dan Humfull Laksa di Edgedale Plains, Punggol, mengumumkan kabar penutupannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik warung, Daniel Tan, sadar banyak menerima hal positif dari pelanggan terhadap warung makannya. Bahkan dia mencatat warung nasi tersebut telah mendapat bintang 4,7 di Google Review.

ADVERTISEMENT
Warung Nasi Ini Terpaksa Tutup Meski Penghasilan Hariannya Rp 25 JutaBanyak faktor menyebabkan restoran tersebut akhirnya tutup. Foto: Instagram

Meskipun warung tersebut mencapai keberhasilan ini, Daniel Tan mengungkap akhirnya gerai mereka harus ditutup. Menurut Tan, banyak faktor perlu dipertimbangkan untuk menyeimbangkan kualitas dan kecepatan operasi di warung tersebut.

Pemilik warung ini juga perlu membayar staf secara adil dan mengelola semua biaya, termasuk biaya sewa. Berbicara kepada Mothership, Tan menjelaskan bisnis usahanya relatif ramai. Mendapat penghasilan yang terbilang besar, rata-rata SGD 2.000 atau sekitar Rp 25 juta per hari.

Sayangnya nominal tersebut masih belum mencukupi. Tan menjelaskan setelah dikurangi biaya operasi dan lain sebagainya, gerainya masih merugi sekitar SGD 1.000 (Rp 12,6 juta) sampai SGD 3.000 (Rp 37,9 juta) per bulan, lapor theonlinecitizen.com pada Jumat, (15/8/2025).

Biaya terbesar datang dari biaya sewa dan tenaga kerja. Meskipun begitu, Tan mengaku karyawan tidak akan diberhentikan. Karyawannya akan dipindahkan ke gerai lain di 309C Punggol Walk.

Warung Nasi Ini Terpaksa Tutup Meski Penghasilan Hariannya Rp 25 JutaPenutupan restoran ini meningkatkan kekhawatiran banyak orang terkait usaha kuliner di Singapura. Foto: Instagram

Penutupan warung makan populer ini meningkatkan kekhawatiran banyak orang atas biaya sewa tinggi kepada pemilik usaha makanan di Singapura.

Pada Mei 2025, seorang konsultan dan pembicara profesional mengangkat masalah tersebut di Facebook. Melonjaknya biaya sewa memicu diskusi tentang kesenjangan sosial dan praktik pemilik lahan yang bisa memengaruhi pedagang kecil. Biaya sewa yang semakin meningkat di Singapura juga menyebabkan penutupan lebih dari 300 gerai makanan dan minuman per bulan pada tahun 2025.




(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads