Jual gorengan seharga Rp 43.000 untuk empat buah, pedagang makanan di bazar Ramadan ini diprotes dan dilaporkan ke petugas. Begini kronologinya.
Bazar Ramadan turut memeriahkan momen bulan suci. Ada banyak makanan yang dijajakan dan sangat membantu muslim untuk mencari takjil dan menu untuk buka puasa.
Namun harga yang dianggap terlalu mahal dan tidak sesuai menjadi sorotan. Seperti yang terjadi di sebuah bazar Ramadan di Malaysia, lapor World of Buzz (23/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bazar tersebut ada seorang penjual curry puff atau kudapan sejenis pastel dengan harga tinggi, yakni Rp 43.000. Seporsinya isi 4 buah untuk varian kentang.
Geger! Pastel Rp 43 Ribu di Bazar Ramadan Berujung Aduan ke Pemerintah Foto: Facebook/KPDN |
Sementara untuk varian telur dibanderol Rp 43.000 dengan isian 3 buah. Karena dianggap terlalu mahal, banyak pelanggan yang protes.
Bahkan ada yang melaporkan ke Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup (KPDN). Namun, langkah melaporkan pedagang ini justru memancing kemarahan netizen.
Banyak netizen menilai, jika merasa harga terlalu mahal, konsumen seharusnya memilih untuk tidak membeli, bukan melaporkan pedagang.
Sejumlah netizen juga membela pedagang dengan menekankan bahwa curry puff yang dijual bukan versi biasa, melainkan spiral curry puff.
Pelanggan melaporkan pedagang curry puff ke petugas. Foto: Facebook/KPDN |
Jenis tersebut memiliki bentuk berlapis menyerupai spiral dan membutuhkan teknik serta waktu lebih lama dalam pembuatannya.
"Spiral curry puff memang lebih mahal. Kalau tak mampu beli, carilah yang sesuai bajet," tulis seorang netizen.
"Komentar lain menambahkan, "Kalau ukurannya besar dan kualitasnya bagus, harganya masih masuk akal. Lagipula ini spiral curry puff."
Selain itu, harga bahan baku dan minyak goreng yang semakin mahal juga menjadi alasan harga jual meningkat.
"Spiral curry puff beku saja sudah Rp 7.754 per buah. Jadi wajar kalau yang digoreng dijual lebih mahal. Harga minyak juga naik," tulis netizen lainnya.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN