Puasa Tapi Mau Ngopi? Kopi Decaf Bisa Jadi Pilihan

Ngopi Yuk!

Puasa Tapi Mau Ngopi? Kopi Decaf Bisa Jadi Pilihan

Yenny Mustika Sari - detikFood
Selasa, 24 Feb 2026 07:00 WIB
Coffee cup and beans on wooden table. Top view.
Foto: iStock
Jakarta -

Sebagian orang menghentikan asupan kopi selama Ramadan. Namun, masih banyak yang menikmatinya dengan mengganti jenisnya ke kopi decaf. Ternyata ini alasannya!

Selama Ramadan, orang yang memiliki masalah kesehatan lambung akan menghentikan konsumsi kopi. Namun, banyak juga yang beralih ke jenis kopi lain dengan kadar kafein yang minim.

Oleh karena itu, kopi decaf banyak jadi pilihan. Diketahui kalau kopi ini mengandung 0 kafein. Jenis kopi ini juga yang paling banyak dinikmati oleh penderita asam lambung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dancing Goat (5/3/2025), kopi decaf memang jenis terbaik untuk dinikmati selama Ramadan. Konsumsinya tidak akan mengganggu saat diminum dalam kondisi perut kosong.

ADVERTISEMENT

Lantas, apakah benar kopi decaf tidak mengandung kafein sama sekali?

Banyak yang beranggapan jika kopi decaf tak mengandung kafein sama skeali. Faktanya, kopi tersebut masih menyisakan 2-5 mg kafein per cangkirnya.

Tentunya jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kopi biasa yang mengandung 80-120 mg kafein per cangkir. Umumnya setiap cangkir kopi decaf mengandung 3 mg kafein.

Proses Pembuatan Kopi Decaf

Jenis kopi decaf bukan berasal dari biji asli, melainkan memerlukan proses penghilangan kafein terlebih dahulu. Prosesnya beragam, salah satunya dengan melakukan merendam dalam air bersuhu tinggi.

Umumnya direndam selama 8 jam atau seharian. Proses perendaman ini biasanya memakan waktu kurang lebih 8 jam. Meskipun sudah melalui proses yang panjang, tapi kandungan kafein dalam kopi tidak benar-benar hilang dan masih tersisa sedikit.

Tak hanya merendam biji kopi dengan air panas, tapi bisa juga menggunakan larutan kimia dan karbon dioksida. Kedua proses ini sama-sama tidak menghilangkan aroma kopi dan rasa khasnya.

Bagaimana dengan rasa kopi decaf?

Baik kopi biasa maupun kopi decaf tak begitu signifikan perbedaannya. Masih tercium aroma dan rasa kopi yang khas, tapi kandungan kafeinnya saja yang berkurang banyak.

Menyoal rasanya juga tergantung pada proses dekafeinasinya. Hal ini dijelaskan oleh Samuel Klein, ahli kopi, mengurangi jumlah kafein dalam kopi secara fundamental akan mengubah rasanya.

"Tergantung pada metode dekafeinasi, saya menganggap kalau kopi decaf ini memiliki rasa yang lebih ringan. Tercecap sedikit rasa manis yang menyerupai manis alami, seperti madu atau buah kering," jelas Klein.

Jadi, secara keseluruhan kopi decaf baik dijadikan alternatif untuk menikmati kopi selama Ramadan. Kamu bisa menikmatinya dalam racikan kopi hitam maupun disajikan dengan tambahan susu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Tradisi Bagi-bagi Bubur Suro untuk Buka Puasa di Palembang"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads