Produk bumbu halus dan bumbu jadi di pasaran memudahkan masak selama Ramadan bahkan hingga Lebaran. Tak heran kalau penjual bumbu halus laris-manis. Perhatikan tips membelinya, ya!
Selama Ramadan penting untuk menyetok persediaan bumbu halus dan bumbu jadi karena bisa memudahkan proses masak. Mulai dari bumbu-bumbu dasar, seperti bawang putih halus, bumbu kuning, merah, hingga bumbu spesifik untuk satu jenis masakan.
Kamu bisa membuat sendiri di rumah untuk stok suguhan menu bukber. Namun kalau ingin praktis, bumbu ini bisa dibeli di pasaran. Banyak gerai di pasar tradisional maupun modern yang menawarkan bumbu halus untuk masakan. Proses masak dijamin lebih singkat dan ibadah pun lebih lancar!
Salah satunya ditawarkan oleh Uni Bumbu Bintaro di Fresh Market Emerald Bintaro. Ia menawarkan 8 jenis bumbu dasar yang ternyata bisa dijadikan berbagai jenis bumbu masakan lain, seperti rendang, ayam ungkep, gulai, dan lainnya. Deretan menu ini tak hanya cocok disajikan selama Ramadan, tapi juga sampai Lebaran.
Kalau mau beli bumbu halus di pasaran, bahkan untuk stok sampai Lebaran, perhatikan beberapa hal penting. Hal tersebut agar kualitas bumbu halus tetap maksimal dalam waktu lama.
Berikut 4 tips membeli bumbu halus di pasar yang juga cocok disimpan sampai Lebaran:
1. Pilih Gerai yang Bersih
Banyak sekali tempat yang menawarkan ragam bumbu halus di pasaran. Kalau ingin membelinya untuk stok, kamu perlu memerhatikan kebersihan gerainya.
Pastikan gerai tersebut bersih dan bumbu-bumbunya tertata rapi serta tidak dihinggapi lalat. Jangan pernah membeli jika kondisi gerainya sangat kotor, karena takut tidak terjaga higienitasnya.
2. Beli Bumbu Sesuai Kebutuhan
Jangan gegabah ketika membeli bumbu halus di pasaran. Artinya membeli bumbu sesuai kebutuhan (secukupnya).
Karena bumbu halus bersifat jangka pendek yang masa simpannya hanya bertahan sekitar 7 hari saja di dalam kulkas. Kecuali jika kamu ingin membekukan bumbu-bumbu tersebut dalam freezer. Langkah itu bisa membuatnya tahan lama sampai Lebaran alias 1 bulan lamanya.
Dalam membeli bumbu, kamu juga bisa bertanya langsung ke penjual bumbu untuk mendapatkan takaran terbaik. Misalnya untuk 1 kilogram daging ayam, maka bumbu rendang atau bumbu ungkepnya akan dibuatkan seharga Rp 10.000.
3. Perhatikan Warna Bumbu Halus
Bumbu halus yang ditemui di pasar juga banyak dicurangi. Beberapa oknum penjual menambahkan pewarna buatan untuk membuat warna bumbu semakin memikat.
Karena itu penting untuk benar-benar memilih tempat membelinya. Perhatikan warna bumbu halus tersebut. Seharusnya warnanya terlihat segar.
Untuk bumbu merah umumnya akan terlihat sedikit gelap. Kemudian bumbu kuning akan terlihat kuning cerah karena menggunakan kunyit alami, sementara bumbu putih pastikan tidak kusam.
4. Kenali Aroma Bumbu Halus
Uni Bumbu Bintaro yang punya berbagai jenis bumbu halus untuk masakan Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom |
Tak hanya warnanya saja, tapi aroma bumbu halus juga penting dikenali. Karena menggunakan rempah-rempah segar, tentunya akan memiliki aroma yang khas.
Hindari membeli bumbu halus jika mencium aroma yang tak sedap, seperti asam, busuk, atau tengik. Hal itu bisa jadi menandakan bahan bumbu halus tidak segar atau terlalu lama disimpan.
Lantas, bagaimana cara menyimpannya agar bumbu halus awet tahan lama?
Dikutip dari detikFood, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Mulai dari menyimpannya dalam wadah kedap udara yang akan melindungi bumbu halus, tapi jangan menyimpannya terlalu penuh agar tidak mudah basi.
Setelah itu, bumbu halus perlu disimpan dalam kulkas yang bersuhu stabil. Hindari menyimpan bumbu tersebut di pintu kulkas, karena suhunya fluktuatif. Jika ingin tahan selama 1 bulan, bisa membekukan bumbu halus tersebut.
Temani ibadahmu selama Ramadan dan temukan segala kemudahan hanya di Grab.


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN