Seorang turis membagikan pengalaman mengejutkan ketika makan di sebuah restoran Australia. Ia tidak menyangka ditagih hampir Rp 70 ribu hanya untuk porsi bayam yang sedikit!
Restoran di berbagai negara bisa saja menjual makanan dengan harga tidak masuk akal. Hal ini lah yang terkadang memicu perdebatan di antara pelanggan. Sebagian pelanggan menganggapnya wajar, tetapi tidak sedikit juga yang terkejut dan merasa harga makanan mahal tersebut tidak sepadan.
Belum lama ini, seorang turis membagikan pengalaman terkait pesanan makannya yang ditagih biaya tidak murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Food blogger Jack Goldburg yang juga seorang turis sempat jalan-jalan ke Australia. Ia memang diketahui senang mengeksplorasi banyak negara untuk mencari pengalaman makan terbaik di dunia.
Pria asal New York ini juga punya selera makan mewah. Ia telah mencoba kepiting raja Tasmania seharga $3000 (Sekitar Rp 50 juta), lobster termahal di negara itu seharga $300 (Rp 5 juta), dan burger terbaik di Sydney seharga $38 (Rp 643 ribu), lapor news.com.au (3/2).
Begini tampilan bayam seharga hampir Rp 70 ribu itu. Foto: TikTok/Jacks Dining Room |
Namun ada satu makanan yang benar-benar membuatnya sangat terkejut. Adalah seporsi bayam di sebuah restoran hotel di Melbourne.
Harganya $4 atau sekitar Rp 67.700. Bayam ini lah yang ia sebut sebagai lauk pauk dengan biaya tidak masuk akal.
"Saya rasa ini mungkin biaya hotel paling tidak masuk akal yang pernah ada," ujarnya dalam video.
Ia menunjukkan tampilan seporsi pesanan bayam tersebut. Mengejutkannya, dengan harga tidak masuk akal, sepiringnya hanya terdiri dari tiga lembar bayam.
"Sepiring bayam ini...hanya tiga lembar bayam...harganya $4. Ini jika dibandingkan per kilogramnya, adalah penipuan terbesar yang pernah saya lihat," ujar food blogger ini.
Jack tampaknya memesan menu sarapan komplet yang dilengkapi dengan roti panggang, bacon, sosis, dan alpukat. Kemungkinan harga sarapan ini dibanderol sekitar $30 atau Rp 358.005. Namun dengan tambahan sayuran berserat ini, harganya menjadi semakin meningkat.
Jack yang suka mencicipi makanan mewah sekalipun masih menganggap harga bayam tersebut terlalu mahal. Ia merasa perlu ada pertimbangan lagi bagi manajemen restoran dalam menetapkan harga.
Dengan harga sayuran yang tidak murah ini Jack berekspektasi rasanya enak dan spesial. Faktanya rasa bayamnya sama seperti bayam pada umumnya.
Berbicara kepada News.com.au. John Hart, Presiden Asosiasi Restoran dan Katering Australia mengungkap bila biaya bayam ini sangat wajar, terlebih jika Jack menginap di hotel kelas atas berlokasi di salah satu kota termahal di Australia.
Setelah dicoba ternyata rasanya sama saja seperti bayam pada umumnya. Foto: TikTok/Jacks Dining Room |
Menurutnya sebagian besar dari harga $4 tersebut sebenarnya digunakan untuk jasa memasak, menyajikan, dan membersihkan sisa bayam atau bisa dibilang untuk biaya tenaga kerja bukan biaya bahan baku.
"Hal ini berlaku untuk semua produk makanan dan minuman yang dijual di restoran dan kafe," ujarnya.
Meskipun demikian, para netizen di kolom komentar masih menganggap harga bayam tersebut terlalu mahal. Seorang netizen berkomentar, "Penipuan terbesar."
Ada juga netizen yang menganggap harga ini wajar di Australia. Netizen lain mengungkap, "Itu tidak masuk akal."
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN