Sedih! Toko Roti 94 Tahun Ini Terancam Bangkrut karena Selera Gen Z Berubah

Sedih! Toko Roti 94 Tahun Ini Terancam Bangkrut karena Selera Gen Z Berubah

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 18 Feb 2026 17:30 WIB
Toko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai Louis Vuitton versi bakery karena kualitas dan branding mewahnya
Foto: Alamy Stock Photo/
Jakarta -

Toko roti legendaris yang terkenal elite ini terancam bangkrut dan tutup permanen. Alasannya karena kini banyak Gen-Z yang lebih suka makanan viral.

Toko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai 'Louis Vuitton' versi bakery karena kualitas dan branding mewahnya, kini berada di ambang penutupan setelah menghadapi tekanan finansial serius.

Dilansir dari DailyMailUK (18/02/2026), toko roti ini pertama kali didirikan pada 1932. PoilΓ’ne kemudian memiliki lima gerai bakery di Paris dan satu di London, serta mengekspor roti sourdough yang jadi ciri khasnya ke berbagai negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roti buatan PoilΓ’ne cukup mudah dikenali lewat cap huruf 'P' di bagian atasnya. Pelanggannya tak hanya orang biasa saja, tapi juga artis ternama sampai pejabat.

Namun, pada 19 Januari 2026, Pengadilan Niaga Paris menempatkan perusahaan keluarga tersebut dalam status pemulihan yudisial setelah mencatat kerugian lebih dari 2 juta euro atau setara Rp 40 miliar sepanjang tahun 2024.

ADVERTISEMENT
Toko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai 'Louis Vuitton' versi bakery karena kualitas dan branding mewahnyaToko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai 'Louis Vuitton' versi bakery karena kualitas dan branding mewahnya Foto: Alamy Stock Photo/

Meski seluruh gerai bakery masih beroperasi, tekanan ekonomi disebut semakin berat sejak pandemi Covid-19 sehingga minat pembeli terus menurun.

Direktur PoilΓ’ne, Apollonia PoilΓ’ne, menyatakan bahwa keputusan mengajukan status tersebut merupakan langkah strategis untuk mempertahankan toko roti milik keluarganya.

"Itu adalah keputusan saya untuk masuk ke proses pemulihan. Kami sedang menata ulang seluruh dasar bisnis agar PoilΓ’ne dapat bangkit kembali. Hanya sedikit toko roti seperti kami yang dikenal di seluruh dunia," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa meski dalam tekanan finansial, tapi operasional bakery masi berjalan normal.

"Kegiatan kami berjalan seperti biasa. Semua pekerjaan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan proses hukum ini tidak memengaruhi aktivitas sehari-hari di toko roti maupun organisasi tim," sambung Apollonia.

Toko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai 'Louis Vuitton' versi bakery karena kualitas dan branding mewahnyaToko roti legendaris di Paris, PoilΓ’ne, yang kerap dijuluki sebagai 'Louis Vuitton' versi bakery karena kualitas dan branding mewahnya Foto: Alamy Stock Photo/

Selain dampak pandemi Covid-19, kenaikan harga tepung dan biaya tenaga kerja turut memperburuk kondisi. Di sisi lain, perubahan selera konsumen, terutama turis yang kini kebanyakan Generasi Z (kelahiran 1997-2012), disebut ikut memengaruhi penurunan penjualan roti di PoilΓ’ne.


Jika sebelumnya turis yang liburan ke Paris kerap mengunjungi ikon kuliner legendaris dan tempat makan atau bakery klasik seperti PoilΓ’ne, kini banyak turis Gen Z yang beralih ke bakery modern yang tengah viral di media sosial.

Tren 'food porn' yang memicu banyak orang mementingkan nilai estetika tampilan makanan untuk diunggah di media sosial, membuat gerai bakery di Prancis yang lebih modern seperti The French Bastards, Maison Louvard, hingga CΓ©dric Grolet jadi pilihan utama para Gen Z.




(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads