Valentine identik dengan cokelat dan ungkapan cinta, tetapi di berbagai negara perayaan ini juga lekat dengan tradisi kuliner yang unik. Ini daftarnya!
Meski hari kasih sayang atau Valentine dirayakan serentak setiap tanggal 14 Febuari di seluruh dunia, tapi setiap negara memiliki cara tersendiri dalam merayakan kasih sayang melalui makanan. Mulai dari kebiasaan memberi cokelat, perayaan khusus bagi para lajang, hingga festival tradisional yang penuh makna.
Ada pula negara yang memperpanjang momen Valentine selama sepekan penuh dengan berbagi manisan, sementara lainnya menjadikan makan malam romantis sebagai agenda wajib bagi pasangan.
Dilansir dari Remitly (14/02/2026), berikut 5 tradisi unik Valentine di berbagai negara yang berkaitan dengan makanan.
1. Wajib Beri Cokelat
Di Jepang, perayaan Hari Valentine memiliki tradisi yang berbeda dibandingkan negara lain. Pada 14 Februari, wanita secara sukarela memberikan cokelat kepada laki-laki sebagai bentuk kasih sayang. Cokelat tersebut terbagi menjadi 'honmei choco' sebagai tanda cinta dan 'giri choco' atau cokelat wajib yang diberikan untuk rekan kerja, teman, hingga keluarga.
Sebulan kemudian tepatnya pada 14 Maret, Jepang kembali merayakan White Day yaitu hari ketika pria membalas pemberian tersebut dengan hadiah yang nilainya lebih tinggi.
Hadiah yang umum diberikan berupa cokelat putih atau marshmallow. Meski demikian, praktik 'giri choco' mulai berkurang di Jepang karena banyak wanita kini memilih memberi cokelat berdasarkan perasaan, bukan semata kewajiban sosial.
2. Black Day
Korea Selatan juga memiliki rangkaian perayaan Valentine yang tak kalah unik. Setelah Valentine berlangsung pada 14 Februari dan White Day pada 14 Maret, terdapat Black Day setiap 14 April yang ditujukan bagi mereka yang masih lajang.
Pada hari itu, para wanita atau pria yang masih lajang akan berkumpul bersama teman dan menyantap jajangmyeon, mie dengan saus kacang hitam yang kental. Awalnya, Black Day identik dengan perasaan pahit karena tidak menerima hadiah pada dua perayaan kasih sayang sebelumnya.
Namun, kini hari tersebut justru menjadi ajang merayakan status lajang. Sementara itu, pasangan muda tetap menjadikan Valentine sebagai momen spesial dengan saling bertukar bunga, cokelat, dan hadiah romantis.
3. Festival Qixi
Dalam budaya China, tanggal 14 Februari bukan satu-satunya hari kasih sayang. Selain merayakan Valentine dengan bunga dan cokelat, masyarakat warga China lebih mengenal Festival Qixi pada bulan ketujuh kalender lunar atau sekitar bulan Juli-Agustus.
Festival ini terinspirasi dari legenda sepasang kekasih yang terpisah bintang. Di wilayah China barat daya, terdapat pula Sister Meal Festival, ketika perempuan muda menyiapkan nasi berwarna untuk calon pasangan.
Isi mangkuk yang diterima laki-laki memiliki makna tersendiri. Selain itu, Festival Lampion dan Shangsi juga menjadi momen romantis, termasuk tradisi memberikan 99 tangkai mawar sebagai simbol cinta abadi.
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
(sob/adr)