Sudah Ada Sejak 1940an, Soto Betawi H. Ma'ruf Jadi Langganan Pejabat

Kenikmatan Soto Legendaris

Sudah Ada Sejak 1940an, Soto Betawi H. Ma'ruf Jadi Langganan Pejabat

Rumah Makan - detikFood
Sabtu, 26 Sep 2026 12:00 WIB
Soto Betawi H. Maruf
img-alt

Diah Afrilian

4
“Racikan soto Betawi otentiknya tak pernah berubah sejak pertama kali buka.” - dfl
BAGIKAN
Foto: Diah Afrilian/detikcom
Jakarta -

Soto Betawi menjadi ciri khas racikan soto khas Jakarta. Soto Betawi H. Ma'ruf merupakan salah satu pelopor soto Betawi legendaris yang jadi langganan pejabat.

Selain kerak telor, soto Betawi juga menjadi makanan tradisional di Jakarta yang punya banyak penggemar. Bahkan banyak tempat makan soto Betawi yang sudah terkenal sejak puluhan tahun silam.

Salah satu pelopornya Soto Betawi H. Ma'ruf. Awalnya soto Betawi ini dijajakan secara berkeliling dengan pikulan, sampai akhirnya H. Ma'ruf berhasil membuka kedai pertamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini Soto Betawi H. Ma'ruf sudah punya banyak cabang. Tidak sedikit juga pejabat dan para politisi yang menjadi langganan soto Betawi di sini.

Detail Informasi
Nama Tempat MakanSoto Betawi H. Ma'ruf
AlamatJl. RP. Soeroso No.36A 2, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.
No Telp0857-7536-8588
Jam OperasionalSetiap hari, 09.00 - 21.00 WIB
Estimasi HargaRp20.000 - Rp70.000
Tipe KulinerTradisional
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa Pulang
  • Area Parkir Terbatas
  • Pembayaran Tunai dan Nontunai
  • dll
Soto Betawi H. Ma'rufPotret H. Ma'ruf bin Sahib, pendiri Soto Betawi H. Ma'ruf sejak 1940an. Foto: Diah Afrilian/detikcom

Buka Sejak Tahun 1940an

Soto Betawi H. Ma'ruf awalnya berjualan dengan cara dipikul mulai tahun 1940an. Kisah perjalanan H. Ma'ruf terekam melalui potongan surat kabar yang banyak ditempel pada dinding-dinding restorannya.

ADVERTISEMENT

Namun, untuk kedai dengan tempat makan sendiri, H. Ma'ruf baru memiliki restorannya pada tahun 1983. Kedai pertamanya ini berlokasi di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.

"Tempat pertama kita itu yang di Taman Ismail Marzuki, (buka) tahun 1983. Cuma waktu TIM (Taman Ismail Marzuki) renovasi itu kita tutup lama. Ramainya ya di sini (cabang Gondangdia)," ujar salah satu penerusnya.

Soto Betawi H. Ma'rufBanyak pejabat dan politisi yang kerap makan di sini. Foto: Diah Afrilian/detikcom

Langganan Para Pejabat

Walaupun kedai pertamanya berada di Taman Ismail Marzuki, Soto Betawi H. Ma'ruf sudah punya banyak cabang. Salah satunya yang populer ialah cabangnya yang berada di kawasan Gondangdia yang buka tahun 2000an.

Tempat makan ini berdiri di bangunan milik sendiri. Di bagian luarnya kental dengan ornamen menyerupai rumah tradisional Betawi.

Memasuk area makannya, pelanggan bisa merasakan nuansa jadul dengan banyak foto politisi hingga pejabat yang pernah datang ke sini.

Bahkan tidak sedikit kepala daerah yang datang ke Jakarta akan menyempatkan diri untuk datang makan soto di rumah makan ini.

Nama-nama seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, hingga Adhyaksa Dault juga terpampang fotonya saat makan ke sini. Menurut pengakuan salah satu penerusnya, hampir setiap hari ada saja pejabat maupun jajaran pemerintahan yang akan mampir untuk makan ke sini.

Soto Betawi H. Ma'rufRacikan soto Betawinya otentik, kuahnya menggunakan campuran susu. Foto: Diah Afrilian/detikcom

Racikan Soto Betawi Otentik

Soto Betawi H. Ma'ruf punya dua versi racikan. Ada Soto Betawi dengan kuah susu yang dibanderol Rp60.000 dan juga ada soto Betawi yang diracikan dengan kuah bening seharga Rp58.000.

Untuk isiannya sendiri, pelanggan bisa memilih antara isian yang full potongan daging sapi maupun isian campuran antara daging dan jeroan.

Soto Betawi di sini menggunakan kuah susu, bukan santan. Terbukti ketika kami cicipi, pada cecapan pertama rasanya lebih ringan, creamy, dan gurih yang lebih lembut. Berbeda dengan rasa kuah yang memakai santan.

Walaupun begitu, racikan rempah-rempahnya tetap kuat baik dari aroma maupun rasanya. Potongan daging sapinya juga besar-besar sehingga membuat pelanggannya puas dengan menikmati isiannya.

Jika ingin yang lebih ringan, kamu bisa memesan soto Betawi kuah bening. Rasa kaldu khas daging sapinya tetap terasa. Bedanya terasa lebih ringan di mulut karena benar-benar murni kaldu tanpa tambahan santan atau susu.

Soto dengan kuah beningnya dilengkapi potongan sayuran seperti wortel, kentang, dan tomat yang lebih banyak. Pada soto ini kami memesan isian campur, baik babat, usus, paru, dan jeroan lainnya tidak terasa amis maupun alot.

Soto Betawi H. Ma'rufSeporsi laksa betawinya juga tak kalah enak daripada sotonya. Foto: Diah Afrilian/detikcom

Laksa Betawi yang Tak Kalah Enak

Bernama "Soto Betawi H. Ma'ruf" ternyata ada menu yang tak kalah nikmat lainnya selain soto Betawi. Laksa Betawi patut dicoba.

Seporsi Laksa Betawi dibanderol Rp39.000 dengan isian soun, lontong, kemangi, telur rebus, dan emping. Ada juga pilihan laksa dengan tambahan isian berupa potongan daging ayam maupun sapi.

Karakter kuahnya berbeda dengan Soto Betawi. Kuahnya lebih creamy karena menggunakan santan dan bumbu kuning seperti kari.

Rasa kuah laksanya cukup kental tetapi gurih lembut. Ada afertaste atau jejak rasa sedikit pedas yang hangat pada tenggorokan setelah laksa ditelan.

Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikFood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

d’foodspot Review

Ulasan lengkap rekomendasi
tempat makan untukmu

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads