Michelin Guide bermula dari strategi bisnis perusahaan ban Michelin hingga menjadi panduan kuliner paling berpengaruh di dunia dengan sistem bintang. Begini kisahnya.
Michelin Guide dikenal sebagai tolok ukur tertinggi dunia kuliner. Bintang yang disematkan mampu mengangkat nama restoran ke panggung global.
Namun, tak banyak yang tahu sejarah di balik panduan legendaris ini. Awalnya, Michelin Guide lahir dari strategi pemasaran perusahaan ban.
Hal tersebut ramai jadi perbincangan setelah diungkap oleh seorang pengusaha properti muda bernama Elang Putra Gumilang lewat akun Threadnya (5/2).
Dalam cuitannya yang dikonfirmasi detikFood, ia menuliskan ada strategi jenius di balik panduan kuliner Michelin guide.
Berikut fakta-faktanya:
1. Awal Mula Michelin Guide
Michelin Guide lahir pada 1900 di Prancis sebagai strategi bisnis perusahaan ban Michelin. Tujuannya sederhana, mendorong orang bepergian lebih jauh agar ban cepat aus atau menipis dan botak.
Saat itu, mobil masih jarang dan hanya dipakai jarak dekat. Penjualan ban pun stagnan karena ban awet dan jarang diganti, lapor guide.michelin.com (7/2).
Michelin lalu membagikan buku panduan gratis berisi peta, bengkel, hotel, dan restoran. Panduan ini memberi alasan baru untuk para pemilik mobil menggunakan kendaraannya dan bepergian jauh.
2. Strategi Jenius di Balik Panduan Kuliner
Restoran yang dipilih banyak berada di pedesaan dan luar kota. Hal ini memancing orang berkendara lebih lama demi berburu kuliner enak.
Semakin jauh perjalanan, maka ban makin cepat aus. Pada akhirnya, orang akan membeli ban Michelin baru.
Strategi ini berhasil mengubah ban dari sekadar produk otomotif menjadi bagian gaya hidup. Michelin menjual alasan untuk bepergian, bukan hanya ban.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
(raf/adr)