Kelihatannya Simpel, Latte Punya 7 Fakta Menarik Ini

Ngopi Yuk!

Kelihatannya Simpel, Latte Punya 7 Fakta Menarik Ini

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Minggu, 08 Feb 2026 07:00 WIB
Perbedaan latte dan flat white
Foto: Getty Images/iStockphoto/phatpc
Jakarta -

Latte menjadi pilihan minuman kopi populer di kalangan pencinta nonkopi hitam. Latte tak sekadar paduan kopi dan susu, tapi juga minuman dengan berbagai fakta menarik yang menyelimutinya.

Tradisi minum latte di Italia ternyata punya aturan dan sejarah yang cukup berbeda dari kebiasaan di banyak negara lain. Jika berkunjung ke negaranya langsung, jangan heran jika pesanan latte tidak sesuai harapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Tasting Table (28/1), berikut 7 fakta tentang latte yang jarang diketahui orang-orang, sekalipun pencinta kopi:

1. Kata 'latte' di Italia berarti susu

Kopi Latte Vs Spanish LatteLatte artinya susu. Foto: Getty Images/iStockphoto

Di Italia, kata 'latte' secara harfiah hanya berarti 'susu'. Jika memesan latte di kafe tanpa penjelasan tambahan, yang datang kemungkinan besar hanyalah segelas susu tanpa kopi. Kekeliruan ini sudah menjadi kesalahan klasik yang dialami wisatawan asing. Minuman yang dimaksud kebanyakan orang sebenarnya bernama caffè latte, yaitu campuran kopi dan susu.

2. Istilah latte dipopulerkan di Amerika

Penyebutan latte sebagai minuman kopi ternyata bukan berasal dari Italia. Istilah caffè e latte pertama kali dicatat pada pertengahan abad ke-19 oleh penulis Amerika, William Dean Howells. Seiring popularitasnya di Amerika Serikat, nama minuman ini dipersingkat menjadi latte. Penyederhanaan ini memudahkan pemasaran, tetapi juga memicu kesalahpahaman saat dibawa kembali ke Italia.

ADVERTISEMENT

3. Caffè latte hanya diminum pagi hari

Pesan Latte pakai Susu Bebas Laktosa, Pria Ini Kecewa Ditagih EkstraLatte hanya diminum di pagi hari. Foto: LumiNola via Getty Images)

Di Italia, caffè latte dianggap sebagai minuman sarapan. Memesan minuman berbasis susu setelah pukul 11 siang dipandang kurang pantas secara budaya. Susu dianggap terlalu berat untuk dikonsumsi di siang atau sore hari. Karena itu, banyak kafe bahkan enggan menyajikan minuman susu, seperti latte, selain pada pagi hari.

4. Latte tradisional dibuat di rumah

Caffè latte di Italia lebih sering dibuat di rumah dibandingkan dibeli di kafe. Sebelum mesin espresso populer, masyarakat Italia mengandalkan moka pot untuk menyeduh kopi. Alat ini menjadi perlengkapan dapur wajib sejak tahun 1950-an. Hingga kini, moka pot masih menjadi cara paling autentik untuk membuat latte ala Italia.

5. Latte Italia tidak diberi gula

Caffè latte tradisional tidak menggunakan tambahan gula atau sirup. Rasa manis hanya berasal dari susu itu sendiri. Berbeda dengan latte versi Amerika yang sering diberi sirup beragam rasa, versi Italia justru mengandalkan keseimbangan rasa pahit espresso dan lembut gurihnya susu. Penambahan sirup dianggap tidak mencerminkan tradisi kopi Italia.

6. Susunya dikukus, bukan berbusa tebal

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Komposisi Latte, Cappucino, dan Flat WhiteLatte art. Foto: iStock

Latte Italia menggunakan susu kukus (steamed milk), bukan susu berbuih tebal seperti cappuccino. Tekstur susu yang halus dan lembut membuat rasa kopi lebih menyatu. Susu kukus juga menghasilkan microfoam tipis yang lebih alami. Inilah sebabnya tekstur latte Italia terasa lebih ringan dan tidak terlalu berat di mulut.

7. Latte art bukan tradisi Italia

Hiasan cantik di atas latte ternyata bukan berasal dari Italia. Latte art justru berkembang di Amerika Serikat pada akhir 1980-an. Teknik ini dipopulerkan oleh David Schomer di Seattle. Meski kini latte art ditemukan di mana-mana, tradisi kopi Italia klasik sebenarnya tidak menitikberatkan pada tampilan visual minuman.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads