Banyak orang menganggap sayuran dengan nutrisi terbaik adalah sayuran segar. Namun, sebenarnya ada sayuran yang lebih disarankan dibeli dalam kondisi beku. Ini daftarnya!
Sayur segar tak melulu jadi pilihan terbaik. Dalam beberapa kondisi, sayuran beku justru dinilai lebih praktis dan tetap bernutrisi. Selain lebih awet, sayur beku banyak digunakan karena dipanen dan dibekukan saat puncak kematangannya.
Menurut ahli gizi Rachel Gargano, sayuran beku memiliki nutrisi, rasa, dan tekstur yang lebih baik dibandingkan sayur segar yang mungkin sudah berhari-hari di rak supermarket. Selain itu, sayur beku juga punya masa simpan lebih panjang sehingga mengurangi risiko cepat busuk dan terbuang sia-sia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir The Daily Meal (1/2), berikut 7 sayur yang sebaiknya dibeli dalam kondisi beku atau frozen:
1. Jagung
Jagung segar sangat bergantung pada musim, sehingga rasanya bisa berbeda-beda sepanjang tahun. Sementara jagung beku sering lebih manis karena langsung dibekukan segera setelah dipanen. Teksturnya tetap renyah dan cocok untuk dibuat sup, tumisan, atau puding jagung.
2. Kacang Polong
Kacang polong segar kadang sulit ditemukan dan kualitasnya tidak selalu terjamin. Versi beku memungkinkan rasa manis dan tekstur yang sama sepanjang tahun. Hal ini membuat kacang polong beku praktis digunakan kapan saja, tanpa khawatir kualitas menurun.
Untuk menyimpannya, pastikan menaruh sayuran beku di bagian dalam freezer dimana kondisi dinginnya lebih terjamin. Khawatirnya, kalau disimpan di dekat pintu freezer, sayuran akan mudah menjadi hangat dan nutrisinya akan turun lebih cepat.
3, Edamame
Edamame dikenal sebagai sumber protein nabati yang populer. Versi beku dinilai lebih praktis karena bisa langsung direbus atau dikukus tanpa proses tambahan.
Nutrisi edamame tetap terjaga meski disimpan dalam freezer. Tak heran jika edamame beku sering dipilih sebagai camilan sehat maupun pelengkap hidangan utama. Untuk pilihan praktis, edamame bisa diproses di air fryer. Rasanya bakal lebih menonjol dan teksturnya lebih renyah.
4. Kale
Sayuran daun tidak selalu cocok dibekukan, tetapi kale menjadi pengecualian. Kale beku tetap mempertahankan kandungan vitamin penting seperti vitamin A, C, dan K.
Tekstur kale mungkin sedikit berubah, tapi masih sangat cocok untuk diolah menjadi sup atau smoothie. Dibandingkan kale segar yang
mudah layu, versi beku jauh lebih awet.
5. Brokoli
Proses pembekuan membantu menjaga warna hijau dan struktur brokoli tetap baik. Saat dimasak, brokoli beku tidak mudah lembek jika langsung dimasukkan ke wajan atau panci. Inilah yang membuatnya praktis untuk tumisan atau lauk sederhana.
Tips dari Gargano agar brokoli tidak lembek adalah langsung masak di api panas setelah dikeluarkan dari freezer. Kamu tak perlu melumerkannya lebih dulu.
6. Wortel
Menyiapkan wortel segar membutuhkan waktu karena harus dikupas dan dipotong terlebih dahulu. Sedangkan wortel beku kemasan biasanya sudah melalui proses tersebut sehingga langsung bisa dimasak.
Kandungan gizinya tetap terjaga meski disimpan lama di freezer. Selain untuk sup dan tumisan, wortel beku juga sering digunakan dalam olahan lain seperti kue dan saus.
7. Buncis
Sayur ini biasanya menjadi favorit untuk lauk keluarga, dan versi beku dapat memberikan kualitas yang konsisten selama musim dingin. Buncis beku cocok untuk disajikan dalam sup, bubur, atau sayur matang.
Pastikan memilih sayuran beku yang alami dan benar-benar 'plain' tanpa bahan tambahan, seperti garam, gula, atau saus lain. Lebih baik sayuran beku dibumbui terakhir ketika dimasak agar asupan kalori pun dapat terkontrol.

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN