Beberapa daerah di Indonesia punya kopi bubuk legendaris kebanggaan. Tak terkecuali di Lampung yang punya 5 merek kopi bubuk legendaris ini.
Provinsi Lampung dikenal sebagai salah satu penghasil kopi robusta berkualitas di Indonesia. Jenis biji kopi ini pun diolah penduduknya sejak ratusan tahun silam.
Buktinya, banyak merek kopi bubuk di sana merupakan produksi lokal. Popularitasnya masih bertahan sampai sekarang meski dirintis puluhan tahun silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5 kopi bubuk legendaris asal Lampung yang patut dicoba
1. Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia
Kopi Sinar Baru Cap Bola Dunia diproduksi dari biji kopi lokal yang langsung diambil dari para petani. Kemudian akan dipanggang dan dihaluskan untuk dikemas pada kemasan jadul ikonik dengan bungkus kertas cokelat.
Setelah dikemas pada kertas cokelat, Kopi Cap Bola Dunia akan dilapisi lagi dengan plastik dan diikat menggunakan tali rafia. Kemasannya dibuat dalam ukuran 250 gram dengan harga yang dibanderol Rp 45.000an.
2. Kopi Cap Jempol
Kopi bubuk khas Lampung lainnya, Kopi Bubuk Cap Jempol yang eksis sejak 1980an. Racikannya tak berubah dengan rasa kuat dan aroma yang harum.
Kemasan Kopi Bubuk Cap Jempol tak lagi hanya menggunakan kertas cokelat, tetapi sudah ada kemasan plastik guna menjaga kualitasnya. Harganya dipatok murah meriah mulai dari Rp 15.000an, tergantung ukuran kopi yang ingin dibeli.
3. Kopi Bubuk Tjap Kuda
Diproduksi di Kota Metro, Lampung ada kopi bubuk legendaris yang pertama kali diracik oleh pasutri keturunan China. Adalah Bong Kui Thiam dan Ibu Ahyuni yang mendirikan Kopi Tjap Kuda pada tahun 1970an.
Uniknya, berbeda dengan kopi khas Lampung lain Kopi Tjap Kuda justru memilih menggunakan biji kopi arabika lokal. Tak ada bahan tambahan maupun pengawet yang dimasukkan ke dalam kopinya.
Kemasannya pun begitu sederhana, hanya kertas cokelat dengan stempel berwarna biru yang ikonik. Pengemasannya mengandalkan staples untuk merekatkan kemasan di bagian atas.
4. Kopi Bubuk Pesagi
Di Lampung Barat ada kopi yang ditanam di kaki gunung Pesagi. Kopi yang dihasilkan merupakan robusta lokal yang kemudian dikembangkan oleh para petani setempat.
Sampai akhirnya kopi-kopi yang dipanen tak hanya didistribusikan dalam bentuk green bean atau biji mentahnya saja, tapi juga ada Kopi Bubuk Cap Pesagi yang cukup terkenal bagi masyarakat Lampung.
Penjualan kopi bubuk ini diprediksi sudah ada sejak 1990an, tanpa diketahui kapan tepatnya kopi tersebut mulai diproduksi. Kemasannya masih menggunakan plastik sederhana dengan berbagai ukuran dan gambar gunung Pesagi sebagai logonya.
5. Kopi Klangenan
Kopi Klangenan didirikan Anto pada tahun 2000. Kopi asal Pringsewu ini diproduksi dalam jumlah lebih besar pada 2001.
Klangenan sendiri diambil dari istilah yang berarti ketagihan. Ia berharap bahwa racikan kopi yang dihasilkannya membuat banyak orang ketagihan dan mampu bersaing di pasaran
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN