Sebuah produk bubuk protein jadi sorotan karena rasa yang ditawarkan. Namun sayang, kandungan nutrisinya jauh dari kata sehat.
Protein powder (bubuk protein) dengan rasa kue (cake) sempat mencuri perhatian banyak orang karena diklaim punya rasa seperti kue, tetapi tetap tinggi protein. Namun, di balik popularitasnya, fakta yang terungkap justru bikin kaget.
Banyak orang mengandalkan konsumsi bubuk protein (protein powder) setelah olahraga sebagai asupan sehat. Protein mendukung pertumbuhan otot dan bisa memasok tenaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bubuk protein rasa kue dijual oleh perusahaan nutrisi asal Amerika Serikat, Holmes Nutrition. Salah satu varian dari produk tersebut dibanderol dengan harga S$75 per kemasan (sekitar Rp870 ribu).
Melansir Must Share News News (26/1), pada labelnya, produk ini diklaim mengandung 22 gram protein per sajian dengan kandungan karbohidrat yang rendah. Tak heran jika banyak penggemar fitness menjadikannya bagian dari menu harian.
Namun masalah mulai terkuak ketika seorang konsumen melakukan pengujian laboratorium independen terhadap produk tersebut.
Hasilnya jauh dari ekspektasi. Dari uji lab tersebut terungkap bahwa kandungan protein sebenarnya hanya sekitar 3,4 gram per sajian.
Sebaliknya, kandungan karbohidratnya justru mencapai lebih dari 20 gram per sajian, angka yang lebih cocok untuk adonan kue daripada suplemen protein. Yang mengejutkan, temuan ini tidak hanya terjadi pada satu varian.
Beberapa rasa lain seperti chocolate cake, lemon cake, dan cinnamon crumb cake menunjukkan hasil serupa. Artinya, perbedaan besar antara klaim label dan kandungan asli diduga terjadi pada seluruh lini bubuk protein rasa cake tersebut. Dampaknya pun mulai dirasakan konsumen.
Beberapa orang melaporkan adanya lonjakan kadar gula darah setelah mengonsumsi produk ini. Bahkan, ada anggota keluarga dengan kondisi diabetes yang mengalami hal serupa. Padahal, selama ini produk tersebut dipromosikan sebagai rendah gula dan dianggap aman untuk mendukung pola makan sehat.
Menanggapi kontroversi ini, Holmes Nutrition akhirnya menarik seluruh produk bubuk protein cake dari toko daring mereka sekitar Maret 2025.
Pihak perusahaan menyebut penarikan dilakukan karena adanya masalah produksi yang tidak terduga. Meski begitu, hingga Januari 2026, belum ada penjelasan rinci terkait perbedaan signifikan antara klaim nutrisi pada kemasan dan hasil pengujian laboratorium.
(adr/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN