Jadi Satu-satunya Kurir di Kabupaten, Pria Ini Setiap Hari Antar 200 Pesanan!

Jadi Satu-satunya Kurir di Kabupaten, Pria Ini Setiap Hari Antar 200 Pesanan!

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 26 Jan 2026 15:30 WIB
Jadi Satu-satunya Kurir di Kabupaten, Pria Ini Setiap Hari Antar 200 Pesanan!
Foto: Must Share News
Jakarta -

Menjadi satu-satunya pengantar makanan di daerahnya, pria ini dijuluki 'pengantar paling kesepian' karena harus mengantar 200 pesanan setiap hari sendirian.

Akhir-akhir ini jasa layanan pesan antar makanan menjadi sebuah kebutuhan penting. Bahkan bisa dianggap sebagai bagian keseharian mereka yang sibuk.

Pekerjaan sebagai pengantar makanan pun, di beberapa wilayah, mulai dilirik menjadi suatu alternatif. Namun tidak di sebuah kawasan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Must Share News, (25/1/2026), dari Kabupaten MΓͺdog, Tibet tenggara China, seorang pemuda bernama Huang Kaihong jadi sorotan publik. Ia dijuluki sebagai pengantar makanan paling kesepian di China.

ADVERTISEMENT
Jadi Satu-satunya Kurir di Kabupaten, Pria Ini Setiap Hari Antar 200 Pesanan!Inilah Huang Kaihong, sosok pengantar makanan satu-satunya di kabupaten Medog, China. Foto: Must Share News

Julukan itu disematkan karena Huang menjadi satu-satunya pengantar makanan di Medog. Ia yang masih berusia 24 tahun menjadikan kurir makanan sebagai profesi utamanya.

Ia bekerja untuk perusahaan Alibaba sejak Agustus 2024 dan hingga sekarang belum ada lagi kurir yang bertugas di sana. Setiap harinya, Huang mengendarai motornya melalui jalanan pegunungan.

Tercatat sekitar 200 pesanan makanan diantarkan Huang sepanjang hari. Jika merujuk pada skala Medog yang sekadar kabupaten dan bukan kota besar, permintaan ini tergolong tinggi.

Apalagi mengingat kondisi geografis yang berada di pegunungan, membuat Huang mengalami banyak kesulitan. Tak hanya fisik tetapi juga emosional.

Jadi Satu-satunya Kurir di Kabupaten, Pria Ini Setiap Hari Antar 200 Pesanan!Setiap hari ia harus mengantar sampai 200 pesanan. Foto: Must Share News

Meski digambarkan sebagai pengantar makanan "kesepian", Huang tidak melihat pekerjaannya sebagai pengalaman yang suram. Ia malah merasa bebas dan menikmati setiap perjalanannya mengantar makanan.

Huang mengaku tak ingin mengeluhkan kesulitan yang dialaminya. Sekadar mendapat terpaan angin di wajahnya saat mengantar pesanan dianggapnya sebagai hal yang patut disyukuri.

Dalam sebuah wawancaranya pada media setempat, Huang justru menganggap profesinya tak seperti pekerjaan. Ia merasa dirinya dilahirkan untuk tugas tersebut.

Kerja keras Huang begitu mulia. Bisa dibilang, tak hanya pelanggan yang membutuhkannya tetapi juga banyak bisnis kuliner yang mengandalkan kehadiran Huang untuk menjangkau pelanggannya.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads