Heboh! Kulkas Supermarket Pajang Produk Halal dan Non-Halal Berbarengan

Heboh! Kulkas Supermarket Pajang Produk Halal dan Non-Halal Berbarengan

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 20 Jan 2026 17:00 WIB
Closeup side view of unrecognizable woman chossing some fresh meat at local supermarket. The meat is cut into chops and packed into one pound packages. She has reached for a package of beef sirloin steaks.
Foto: Getty Images/iStockphoto/gilaxia
Jakarta -

Pelanggan supermarket dibuat heboh gegara peletakkan bahan makanan yang keliru. Ada produk halal dan nonhalal yang disimpan berdekatan.

Tak hanya kandungan bahan nonhalal yang merusak kehalalan makanan, tetapi penanganannya juga berpengaruh. Makanan halal tidak boleh diletakkan atau disimpan berdekatan, apalagi pada tempat yang sama dengan produk nonhalal.

Aturan tersebut ditetapkan atas kekhawatiran kontaminasi silang yang dapat merusak kehalalan suatu produk makanan. Di supermarket, antara produk halal dan nonhalal sendiri wajib diletakkan, baik ketika disimpan atau dipajang, pada tempat yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ada kekeliruan yang terjadi di supermarket ini sampai bikin heboh. Dilansir dari Stomp, (19/1/2026), jaringan supermarket Cold Storage di Singapura meminta maaf setelah seorang pengunjung menemukan produk halal dan non-halal ditampilkan bersama.

ADVERTISEMENT
Cegah Pencurian! Daging di Supermarket Ini Ditempeli Sensor GPSSebuah supermarket disoroti gegara penempatan produknya yang dianggap keliru. Foto: Oddity Central

Pada tanggal 13 Januari sekitar pukul 17:30, seorang pengunjung bernama Syahira mengunjungi Cold Storage di Aperia Mall, Singapura. Ia mengambil beberapa foto yang menunjukkan produk-produk berlogo halal seperti fishballs, silken tofu, dan fish cake.

Dalam fotonya terlihat produk halal tersebut justru diletakkan di atas dan berdampingan dengan daging babi segar di rak pendingin. Syahira menyatakan bahwa ia sudah mengirim email ke pihak Cold Storage mengenai hal ini, dan berharap kasus tersebut dapat menciptakan kesadaran lebih luas.

Ia juga merujuk ke pedoman halal yang dikeluarkan oleh Islamic Religious Council of Singapore (MUIS). Di dalamnya ditegaskan bahwa produk halal harus sepenuhnya terpisah dari produk non-halal dalam penyimpanan, penyiapan, dan transportasi untuk menjaga integritas halal makanan tersebut.

Menjawab aduan Syahira, pihak Cold Storage langsung memberikan respons dengan cepat dan tanggap. Cold Storage menyatakan akan segera melakukan tindakan korektif dengan memperbaiki tampilan produk di rak tersebut.

Cegah Pencurian! Daging di Supermarket Ini Ditempeli Sensor GPSAntara produk halal dan nonhalal diletakkan bersama yang membuat pelanggan Muslim khawatir. Foto: Oddity Central

Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.

"Kami telah menyesuaikan tampilan untuk produk halal dan nonhalal kami. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang telah terjadi," kata perwakilan Cold Storage meluruskan kekeliruan mereka.

Sebenarnya antara produk halal dan nonhalal juga sudah diberi label pemisah yang jelas. Namun yang membuat pelanggan Muslim khawatir ialah kontaminasi yang mungkin terjadi sehingga merusak kehalalan produk makanan.




(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads