Mengenal Maapam, Tradisi Bikin Kue Apam di Sumbar saat Isra Miraj

Mengenal Maapam, Tradisi Bikin Kue Apam di Sumbar saat Isra Miraj

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 16 Jan 2026 11:00 WIB
Kue Apam. Ilustrasi
Foto: rekor MURI
Jakarta -

Isra Miraj diperingati dengan beragam tradisi di Indonesia. Salah satunya Maapam di Pasaman Barat, tradisi memasak apam yang sarat makna budaya.

Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam Islam yang diperingati umat Muslim setiap tahunnya. Momen ini kerap diisi dengan doa, syukuran, dan tradisi khas di berbagai daerah.

Di Indonesia, peringatan Isra Miraj tak lepas dari ragam budaya lokal. Setiap wilayah punya cara unik merayakannya, termasuk lewat tradisi kuliner.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya Maapam dari Pasaman Barat, Sumatra Barat. Tradisi memasak kue apam ini menjadi bagian dari perayaan sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.

3 Fakta Menarik tentang Tradisi Maapam di Sumatera Barat.

1. Apa Itu Tradisi Maapam

ADVERTISEMENT
Kue Apam. IlustrasiKue Apam. Ilustrasi Foto: iStock

Menurut situs resmi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Maapam adalah tradisi memasak kue apam khas Minangkabau yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula aren.

Proses memasaknya masih mempertahankan cara tradisional dengan menggunakan tungku dan bahan bakar alami seperti daun kelapa. Agar asap tidak menumpuk, kegiatan memasak biasanya dilakukan di area terbuka.

Tradisi ini telah dijalankan sejak generasi terdahulu dan terus dilestarikan hingga kini. Peran perempuan sangat dominan, dari meracik adonan hingga menyajikan apam, sambil memperkuat ikatan sosial warga.

2. Menjadi Warisan Budaya Tak Benda

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat aktif menjaga kelestarian tradisi Maapam agar tetap dikenal luas. Salah satunya dengan mendaftarkannya sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional.

Momen penting terjadi pada 2020 saat Maapam berhasil menorehkan rekor MURI. Ribuan tungku digunakan serentak untuk memasak apam dalam satu kegiatan besar.

Lebih dari 1.074 tungku dinyalakan bersamaan oleh warga. Capaian ini menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat sekaligus mengangkat Maapam sebagai daya tarik wisata budaya.

3. Filosofi Tradisi Maapam

Kue Apam. IlustrasiKue Apam. Ilustrasi Foto: iStock

Maapam tak hanya tentang memasak kue apam, tetapi juga mengandung nilai sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi sarana berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.

Melalui Maapam, masyarakat menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial. Prosesnya dilakukan bersama, menciptakan rasa gotong royong yang kental.

Di sisi lain, Maapam juga memiliki makna spiritual. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan dan doa bagi anak-anak yang telah meninggal, sekaligus mengenang nilai kehidupan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rendang akan Diusulkan ke UNESCO"
[Gambas:Video 20detik] (raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads