×
Ad

Berita Terpopuler

Makanan 'Perusak' Jantung hingga Aksi Netizen Borong Cabai Takengon

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 24 Des 2025 10:30 WIB
Foto: Instagram/TikTok
Jakarta -

Beberapa makanan disebut bisa merusak kesehatan jantung. Ada pula aksi borong cabai Takengon yang masih digencarkan oleh influencer Ferry Irwandi.

Tanpa disadari, beberapa makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Dokter mengingatkan, kebiasaan makan ini berisiko memicu gangguan jantung serius.

Liburan akhir tahun membuat Pasar Tsukiji di Tokyo diserbu pengunjung hingga memicu kepadatan ekstrem. Pengelola pun mengimbau turis menunda kunjungan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Aksi borong cabai Takengon dari Aceh ke Jakarta terus berlanjut dan menarik perhatian publik. Hingga kini, total sekitar 10 ton cabai segar sudah tiba di ibu kota untuk membantu menyalurkan hasil panen petani.

Berikut ini tiga berita terpopuler detikFood yang menarik perhatian pembaca kemarin (23/12):

1. Makanan yang Bisa 'Meracuni' Jantung

Ilustrasi makanan cepat saji. Foto: Imad 786/Unsplash

Konsumsi beberapa makanan sehari-hari ternyata bisa memengaruhi kesehatan jantung jika dikonsumsi terus-menerus. Dokter jantung mengungkap pilihan makanan yang perlu diwaspadai demi menjaga jantung tetap sehat.

Makanan cepat saji dan minuman manis bersoda tinggi gula serta aditif bisa meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Produk susu berlemak juga perlu dibatasi karena kandungan lemak jenuhnya.

Minuman beralkohol dianggap paling berisiko karena dapat merusak otot jantung dan menaikkan tekanan darah. Ahli menyarankan konsumsi yang bijak untuk mengurangi dampak buruknya.

2. Pasar Tsukiji 'Menolak' Turis di Musim Liburan

Pasar Tsukiji di Tokyo kini meminta turis tak datang saat musim liburan akhir tahun karena terlalu ramai. Lonjakan wisatawan dan pembeli lokal membuat pengelola kewalahan mengatur kerumunan.

Dewan pasar meminta pemandu dan tur kelompok besar untuk menunda kunjungan demi keselamatan dan kelancaran. Mereka khawatir kepadatan ekstrem bisa membahayakan pengunjung lain.

Area pasar yang sempit serta lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan pengantar memperburuk kondisi. Imbauan ini bukan larangan total, melainkan penekanan pada kunjungan yang lebih aman.



Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"


(raf/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork