Salah Waktu Ngopi Bisa Bikin Lemas, Ini Cara yang Tepat Menurut Ahli

Ngopi Yuk!

Salah Waktu Ngopi Bisa Bikin Lemas, Ini Cara yang Tepat Menurut Ahli

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 07 Apr 2026 07:00 WIB
Young Women Drinking Coffee Concept
Foto: Istock
Jakarta -

Bagi banyak orang, minum kopi sudah jadi bagian dari rutinitas pagi yang sulit ditinggalkan. Agar efeknya tetap aman untuk tubuh, ada beberapa aturan yang disarankan ahli gizi. Ini daftarnya.


Kafein pada kopi kerap diandalkan untuk meningkatkan fokus dan produktivitas terutama di pagi hari, tetapi tidak jarang justru menimbulkan efek samping seperti gelisah, lemas, hingga penurunan energi.

Ternyata manfaat kopi tidak hanya ditentukan oleh jumlah yang dikonsumsi, tetapi juga waktu meminumnya. Kebiasaan yang keliru, seperti minum kopi terlalu cepat setelah bangun, bisa membuat tubuh tidak merespons optimal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan penjelasan ahli gizi dan neurolog yang dilansir dari Wired (06/04/2026), memahami waktu terbaik minum kopi menjadi kunci agar manfaatnya maksimal tanpa memicu kecemasan atau gangguan energi sepanjang hari.

ADVERTISEMENT

1. Tunda Minum Kopi Satu Jam Setelah Bangun

Bolehkah Minum Kopi Setelah Bangun Tidur? Ini Jawaban Ahli Minum Kopi Setelah Bangun Tidur. Foto: Getty Images/Addictive Stock

Meminum kopi segera setelah bangun tidur ternyata tidak selalu ideal. Ahli saraf (neurolog) Ella Akkerman dari Washington D.C, Amerika, menjelaskan bahwa kafein pada kopi dapat meningkatkan energi dengan menghambat adenosin. Namun, hormon kortisol juga meningkat alami saat bangun.

"Kortisol biasanya memuncak sekitar pukul 07.00-08.00 pagi," ujar ahli gizi Julia Zumpano. Jika kopi diminum di waktu ini, kecemasan (anxiety) dan efek gelisah pada seseorang bisa meningkat.

Menunda konsumsi kopi sekitar satu jam setelah bangun menjadi alternatif yang lebih aman untuk membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang pagi.

2. Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Meski dianjurkan menunda minum kopi satu jam setelah bangun tidur, akan tetapi kebutuhan tiap orang bisa berbeda. Ritme sirkadian atau jam biologis tentunya memengaruhi waktu terbaik konsumsi kafein.

Menurut Ella Akkerman, orang yang terbiasa bangun lebih siang memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih lambat. Sebaliknya, mereka yang bangun pagi mengalami lonjakan energi lebih awal.

Oleh karena itu, penting memahami sinyal tubuh masing-masing. Jadi aturan waktu minum kopi sebenarnya kembali lagi pada kondisi tubuh masing-masing.


3. Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

lebih baik minum kopi atau teh saat sarapan? ini kata ahli Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong. Foto: iStock

Banyak orang menjadikan kopi sebagai menu sarapan mereka, padahal minum kopi saat perut masih kosong dapat memicu gangguan pencernaan dan penurunan energi.

Ella Akkerman menjelaskan bahwa kafein dari kopi bisa memicu pelepasan glukosa dari hati, padahal cadangan gula tubuh di pagi hari biasanya rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan hipoglikemia, ditandai dengan tubuh gemetar dan lemas.

Untuk menghindarinya, konsumsi makanan ringan seperti karbohidrat kompleks dan protein sebelum minum kopi. Dengan cara ini, energi tubuh lebih stabil dan risiko 'crash' atau lemas di pagi hari bisa dihindari.

4 Batasi Konsumsi Kafein Harian

Mengatur asupan kafein sangat penting untuk kesehatan. Julia Zumpano menyebut batas aman konsumsi kafein sekitar 400 mg per hari untuk orang dewasa, atau setara dengan 3-4 cangkir kopi. Tapi ini bukan batas pasti dari asupan kafein, karena kadar toleransi kafein orang bisa berbda-beda.

"Jika muncul rasa jantung berdebar atau rasa gelisah, itu tandanya asupan kafein di tubuh sudah berlebih," ujar Julia.

Ia juga menambahkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat memperburuk gangguan jantung seperti aritmia. Oleh karena itu, penting mendengarkan respons tubuh dan tidak memaksakan konsumsi kopi hanya demi meningkatkan produktivitas.

5. Hindari Minum Kopi di Sore Hari

Minum Kopi di Pagi Hari Kurang Baik Untuk Kesehatan, Ini Kata PenelitiHindari Minum Kopi di Sore Hari. Foto: Getty Images/iStockphoto/Suwanmanee99

Mengonsumsi kopi di sore hari dapat mengganggu kualitas tidur. Julia Zumpano menyarankan untuk menghentikan konsumsi kafein sekitar pukul 15.00 atau lebih awal.

Meski sebagian orang merasa tetap bisa tidur walaupun minum kopi, tapi kafein tetap memengaruhi kualitas tidur secara tidak langsung.

"Banyak pasien saya baru sadar tidur mereka membaik setelah menghentikan aupan kafein di sore hari," ujarnya. Hal ini karena kafein memperlambat penurunan kortisol dalam tubuh, sehingga tubuh tetap berada dalam kondisi waspada lebih lama dari seharusnya.

6. Hindari Mengganti Kopi dengan Teh di Sore Hari

Mengganti secangkir kopi dengan teh di sore hari sering dianggap banyak orang lebih aman, tetapi hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar.

Menurut Ella Akkerman, teh memang mengandung kafein lebih rendah, tetapi penyerapannya lebih lambat. Akibatnya, efek kafein bertahan lebih lama dalam tubuh. Ini justru dapat mengganggu tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

"Banyak orang merasa teh lebih ringan, padahal efeknya bisa lebih lama dibanding kopi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar," jelas Ella.

7. Jangan Mengubah Kebiasaan Minum Kopi Secara Drastis

Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya!Kebiasaan Ngopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions


Julia Zumpano menjelaskan bahwa menghentikan asupan kopi secara tiba-tiba bisa menyebabkan sakit kepala, lelah, hingga sulit fokus. Gejala ini biasanya muncul dalam satu hingga dua hari setelah seseorang berhenti minum kopi secara drastis.

Oleh karena itu, pengurangan konsumsi kopi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Kebiasaan minum kopi yang konsisten juga membantu tubuh beradaptasi lebih baik, sehingga produktivitas tetap terjaga tanpa efek samping yang mengganggu.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads