Penerusnya Mualaf, Kedai Legendaris Ini Berhenti Jual Menu Babi

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 29 Agu 2025 19:00 WIB
Foto: The Star
Jakarta -

Sebuah kedai legendaris mengubah menu-menunya setelah penerusnya memutuskan mualaf. Berhenti jual babi, kedai ini masih laris manis selama 30 tahun jualan.

Keunggulan sebuah kedai legendaris biasanya terletak pada konsistensi rasa dan kualitas makanannya. Bahkan ketika rasanya berubah seringkali kedai tersebut menerima keluhan dari pelanggannya.

Tetapi ada sebuah kedai legendaris yang mengubah penyajian makanannya secara ekstrem. Uniknya, kedainya malah semakin ramai pembeli.

Dilansir dari The Star, Kamis (28/8), Bintang Sue awalnya menyajikan makanan Chinese khas rumahan di Singapura. Tetapi beberapa tahun terakhir kedai ini justru mengubah resepnya.

Seorang pemilik kedai Chinese mengubah sajian menunya menjadi halal sebab anak-anaknya sebagian besar mualaf. Foto: The Star

Awalnya kedai ini masih menyajikan menu-menu yang mengandung babi. Baik dari minyak maupun olahan daging babi itu sendiri.

Menu andalannya antara lain Spicy Egg Fried Rice, Kuey Teow Beef Ginger, Salted Egg Fried Squid, dan masih banyak lagi. Kedai ini sudah beroperasi setidaknya selama 30 tahun yang kini diteruskan oleh anak pemiliknya yang telah mualaf.

Hal tersebut yang membuat kedai Bintang Sue kini beralih menyajikan makanan halal. Menu-menu yang menggunakan campuran babi juga tidak disajikan lagi.

"Tidak sulit untuk mengubah makanan kami menjadi versi bebas babi," ujar pemiliknya. Sejak awal pemilik kedai juga tak takut kehilangan pelanggannya hanya karena alasan berhenti menyajikan babi.

Sejak mengubah menunya, kedainya justru semakin ramai dan bertahan hingga 30 tahun lamanya. Foto: The Star

Justru ketika mengubah sajian menunya, kedai ini semakin bertambah pelanggan. Banyak pelanggan konsumen makanan halal yang kian berdatangan.

"Pelanggan ingin makanan yang enak, jadi kami selalu berusaha menyajikan makanan berkualitas tinggi. Itulah alasan mereka terus kembali," lanjut pemilik kedai.

Salah satu pelanggan, Remy, mengaku telah berlangganan. Ia kerap mengajak keluarganya untuk makan bersama setiap akhir pekan.

Bagi David dan Ivan bukan hal yang mudah untuk mempertahankan bisnis keluarganya. Apalagi kedainya yang berlokasi di Damansara harus bersaing dengan kafe dan tempat makan kekinian.

Berbagai cara dilakukan oleh David dan Ivan. Mulai dari menjaga harga tetap stabil walaupun diterpa inflasi hingga tidak mengubah kualitas bahan sama sekali.



Simak Video "Video Ngepoin UMKM Kerupuk Petai di Purwakarta"

(dfl/dfl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork