Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan Pasta

ADVERTISEMENT

Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan Pasta

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 15 Nov 2022 15:00 WIB
Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan Pasta
Foto: Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan Pasta
Jakarta -

Remaja 13 tahun ini selama satu dekade hanya mengonsumsi croissant dan pasta saja. Ternyata alasannya karena ia punya fobia terhadap makanan baru!

Fobia merupakan suatu kecemasan dan ketakutan seseorang akan suatu hal. Bentuk fobia yang dialami oleh seseorang bisa bermacam-macam, tak terkecuali fobia terhadap makanan.

Fobia makanan yang biasa disebut cibophobia membuat seseorang tak hanya takut akan tampilan sebuah makanan, tapi juga sampai takut menyentuh makanan tersebut. Salah satu contohnya dialami oleh remaja perempuan ini.

Selama lebih darI satu dekade, remaja perempuan ini bertahan hidup hanya dengan memakan 2 jenis makanan saja. Alasannya karena, remaja bernama Ciarra Franco itu punya ketakutan atau fobia untuk mencoba makanan baru.

Fobia ini hadir setelah Ciarra pernah mengalami hal tak menyenangkan sebelumnya. Ketika dia masih balita, Ciarra pernah hampir tersedak makanan. Kejadian tersebut tampaknya sangat membekas sampai-sampai remaja perempuan ini takut untuk mencoba makanan lain.

Selama bertahun-tahun, ibu dari Ciarra pun sudah berusaha untuk memperluas selera makannya, namun tidak berhasil. Ciarra menolak untuk memakan bekal makan malamnya dan hanya memilih untuk makan croissant setiap hari, lapor mirror.co.uk (13/11).

Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan PastaRemaja ini selama sepuluh tahun terakhir hanya bisa makan croissant dan pasta. Foto: Mercury Press & Media

Melawan ketakutan bukanlah hal yang mudah. Selama lebih dari 10 tahun Ciarra dan keluarganya berusaha untuk menghilangkan fobia tersebut. Beruntungnya, kini remaja 13 tahun ini sudah berhasil melawannya berkat bantuan dari hypnotherapist yang memang punya kemampuan untuk mengobati anak-anak dengan gangguan makan.

Tak hanya croissant dan pasta, kini Ciarra telah berhasil mencoba beragam jenis makanan termsasuk makanan China hingga buah seperti nanas.

Ibu Ciarra, Angela membeberkan bahwa sejak putrinya berumur 2 tahun, putrinya selalu makan croissant ketika makan siang dan pasta polos untuk makan malam. "Sejak dia berumur 2 tahun, satu-satunya makanan yang ia makan secara bergiliran hanyalah croissant untuk makan siang dan pasta polos untuk makan malam," ucapnya.

"Dia pernah sesekali mencoba sereal polos seperti cornflakes dan keripik asin, tetapi seingat saya ia hanya konsumsi croissant setiap hari untuk makan siang," lanjut Angela.

Punya phobia fobia makanan lain membuat Ciarra tidak bisa mencicipi makanan yang berbeda. Misalnya ketika keluarganya memesan makanan take away, Ciarra tidak bisa ikut menjajal makanan tersebut. Hal ini lah yang selalu disayangkan oleh ibunya.

Namun kini, Ibu Ciarra tidak perlu khawatir lagi karena anaknya telah berhasil mengatasi ketakutan tersebut. Setelah melakukan sesi terapi selama enam minggu dengan melakukan beberapa kegiatan seperti mendengarkan musik yang tenang hingga mengekspresikan ketakutan makannya, Ciarra bisa menikmati makanan lain termasuk makanan take away yang dibeli oleh keluarganya.

Fobia Makanan, Remaja Ini Hanya Bisa Makan Croissant dan PastaBerunutungnya kini remaja itu sudah bisa menghilangkan ketakutannya. Carrie kini sudah bisa makan beberapa hidangan lain seperti ayam hingga buah nanas. Foto: Mercury Press & Media)

Remaja perempuan itu juga sudah banyak mencoba makanan-makanan baru. Beberapa makanan yang ia sukai sekarang termasuk ayam asam manis, kentang panggang, bahkan buah nanas.

Pencapaian ini tentu membuat keluarga Ciarra turut bahagia. Ibunya pun mengungkap, "Ia terus mencoba hal yang baru setiap harinya, ini adalah pencapaian yang luar biasa."



Simak Video "Melihat Proses Pembuatan Croissant di Nool/Strala Bread Factory"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT