Pembeli Nyaris Kena Getok Harga Rp 1 Juta, Ini Kata RM Ayam Goreng Pak Supar

ADVERTISEMENT

Pembeli Nyaris Kena Getok Harga Rp 1 Juta, Ini Kata RM Ayam Goreng Pak Supar

Tim Detikfood - detikFood
Sabtu, 01 Okt 2022 09:30 WIB
Terkena Dampak COVID-19, Ayam Goreng Pak Supar yang Melegenda di Semarang Alami Penurunan 50%
Foto: detikcom/Riska Fitria
Jakarta -

Setelah cerita seorang pembeli ayam goreng nyaris kena getok harga Rp 1 juta, pihak rumah makan Ayam Goreng Pak Supar beri penjelasan.

Rumah makan Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar Semarang dikenal akan ayam goreng dan sop buntutnya yang enak. Bahkan menjadi salah satu kuliner legendaris kota Semarang.

Salah satu pelanggannya curhat di media sosial menceritakan pengalamannya nyaris kena getok Rp 1 juta. Pihak Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar pun buka suara.

"Kita minta maaf saja kalau seumpama ada kesalahan, kita konfirmasi saja ke karyawan kita baik-baiklah selesaikan," kata seorang pegawai, Andi Wahyudi, saat ditemui detikJateng di restoran Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar, Jalan Muhammad Suyudi, Semarang, Jumat (30/9/2022).

Andi menerangkan tidak ada niat pegawainya untuk mengambil keuntungan pribadi. Menurutnya, hal itu murni karena adanya kesalahan menghitung semata.

"Itu karyawan yang menghitung tahunya ayamnya habis dimakan semua, ternyata masih ada sisa ayam. Jadi memang sebelum pembayaran memang habisnya kan Rp 900 (ribu) berapa, setelah dia minta nota minta kuitansi habisnya cuma Rp 600 (ribu) berapa, karena kesalahan ayam saja, salah menghitung," jelasnya.

Ayam Goreng Pak Supar SemarangAyam Goreng Pak Supar Semarang Foto: detikfood

Cara Penyajian Ayam Goreng Pak Supar

Penyajian ayam goreng di rumah makan ini tidak berdasarkan jumlah yang dipesan, melainkan sekaligus dihidangkan dalam jumlah banyak. Kadang melebihi jumlah pengunjung dalam satu meja.

Setiap pembeli bisa menghabiskan ayam tersebut atau menyisakannya di meja. Yang dihitumg dan dibayar hanya ayam goreng yang dimakan pembeli.

Andi menyebut peristiwa salah hitung dulu juga pernah terjadi. Namun tidak seramai seperti sekarang ini.

"Pernah sih kejadian gitu, ya mungkin penyajian ayam itu nggak kasih komunikasi sama yang menghitung," lanjutnya.

Menurutnya di rumah makan Ayam Goreng dan Sop Buntut Pak Supar tidak ada pegawai yang memiliki tugas khusus. Seluruh karyawan restoran yang berdiri sejak 1974 ini bisa menjadi kasir, juru masak, atau penerima tamu.

Dia menyebut salah satu pesan dari pendiri restoran itu adalah agar menjaga pelayanan dengan baik.

"Rasa sama pelayanan konsumen harus baik, rasa harus dijaga jangan sampai berubah," tuturnya.

Cerita netizen soal nyaris kena getok harga Rp 1 juta bisa dilihat di halaman berikut ini !



Simak Video "Mencoba Gorengan Legendaris di Kawasan Kuningan"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT