Tak Ada Getok Harga, Ini Tips Makan di Lenggang Jakarta

ADVERTISEMENT

Tak Ada Getok Harga, Ini Tips Makan di Lenggang Jakarta

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 25 Sep 2022 16:30 WIB
Viral Disebut Getok Harga, Ini 5 Fakta Makanan di Lenggang Jakarta
Foto: detikcom/Diah Afrilian
Jakarta -

Dunia pariwisata perlahan pulih, salah satunya kawasan Monas yang kini kembali dipadati pengunjung. Padatnya Monas disyukuri oleh pedagang di Lenggang Jakarta.

Setelah dua tahun lamanya terkurung oleh pandemi, banyak kawasan wisata yang kini mulai membuka pintunya untuk pengunjung. Salah satunya adalah Monumen Nasional atau Monas yang terkenal sebagai tugu ikonik di Jakarta.

Tidak hanya menguntungkan pengelola, para pedagang makanan yang ada di sekitar kawasan wisata ini juga mendapatkan dampak yang baik. Salah satunya kawasan kuliner di Monas yang dikenal dengan nama Lenggang Jakarta.

Lenggang Jakarta merupakan area foodcourt terpadu yang sengaja disediakan untuk para pengunjung Monas. Mulai dari makan, minum hingga membeli oleh-oleh semuanya bisa dilakukan di sini.

Viral Disebut Getok Harga, Ini 5 Fakta Makanan di Lenggang JakartaSalah satu kedai di kawasan Lenggang Jakarta diisukan melakukan getok harga pada pelanggan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Mengunjungi kawasan Monas pada Sabtu (24/9) detikfood merasakan langsung kepadatan di Monas yang kini mulai normal. Area pelataran Monas kini sudah dipadati oleh pengunjung tetapi dengan beberapa pembatasan yang masih diterapkan oleh pengelola Monas.

Pengunjung hanya diperbolehkan berada di area Monas pukul 06.00 hingga 16.00 saja. Ketika pintu gerbang sudah ditutup dan pengunjung diarahkan keluar, banyak sekali yang berpindah ke area Lenggang Jakarta untuk mengisi perut usai puas berkeliling.

Padatnya pengunjung Monas disyukuri oleh para pedagang makanan di area Lenggang Jakarta setelah sebelumnya mereka sepi pembeli saat pandemi melanda. Menyambangi salah satu kedainya kami sempat bertanya tentang kondisi para penjual di sini.

"Sekarang Alhamdulillah sudah mulai ramai lagi, waktu pandemi itu kita tidak ada sama sekali yang beli karena Monas ditutup. Biasanya juga kalau siang banyak pekerja yang makan siang di sini tetapi karena waktu pandemi banyak WFH (Work From Home), jadi ya gak ada pembelinya," kata pemilik kedai.

Tidak hanya menyambangi para pemilik kedai, detikfood juga mendekat ke salah satu pedagang kerak telor yang berjualan tanpa kios. Mereka hanya mengandalkan pikulan dan bangku plastik untuk tempat makan para pelanggannya.

"Sekarang sudah mulai ramai memang. Alhamdulillah banyak pembeli yang datang, hari ini aja sudah sekitar 20an yang laku. (Saat) Pandemi kemarin laku lima saja sudah syukur," kata Ari selaku penjual kerak telor.

Viral Disebut Getok Harga, Ini 5 Fakta Makanan di Lenggang JakartaAgar tak alami getok harga, perhatikan beberapa tips berikut ini. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Kawasan kuliner di tempat wisata yang biasanya identik dengan getok harga juga membuat Lenggang Jakarta dikhawatirkan para pengunjung Monas. Sebuah cuitan yang sempat viral menyebutkan seorang netizen pernah dipatok dengan harga yang mahal untuk makanan di Lenggang Jakarta.

Ada beberapa tips singkat yang bisa diterapkan jika kamu berkunjung ke Lenggang Jakarta di Monas ini:

1. Pastikan melihat menu dan daftar harga

Faktanya, para pedagang makanan dan kedai di Lenggang Jakarta sudah mencantumkan daftar menu yang lengkap dengan harganya. Semua daftar menu dan harga ini dipajang langsung di atas meja di depan kedai mereka.

Saat mencoba menarik pelanggan mereka juga akan memberikan daftar menunya yang bisa dilihat-lihat terlebih dahulu. Pastikan untuk selalu melihat dan memeriksa dengan cermat harga menu yang akan dipesan.

2. Bertanya harga pada penjual

Jika kesulitan mencari keterangan harga makanan, tidak ada salahnya untuk bertanya harga langsung kepada penjualnya. Walaupun terdengar sedikit ketus tetapi para penjual akan menyebutkan harga makanan yang mereka jual dengan jelas.

Bertanya harga makanan terlebih dahulu juga menjadi cara agar pedagang makanan tidak mematok harga sesukanya ketika pelanggan ingin membayar. Setelah membayar makanan, pastikan juga untuk meminta bon sebagai rincian harga makanan yang jelas.

3. Pilih tempat makan yang lebih ramai

Pilihan pedagang makanan yang banyak tentu akan membingungkan pelanggan yang datang. Apalagi mereka yang baru pertama kali datang ke Monas dan hendak makan di Lenggang Jakarta.

Jika merasa ragu, sebaiknya memilih tempat makan yang sudah ramai pembeli. Setidaknya ketika sudah banyak orang yang berani untuk makan ke sana, harga dan rasanya tidak akan terlalu mengecewakan.



Simak Video "Bikin Laper: Bakso dengan Taburan Kikil Melimpah"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT