ADVERTISEMENT

Kian Populer Berkat Drakor 'Extraordinary Attorney Woo', Ini Fakta Kimbab

Yenny Mustika Sari - detikFood
Selasa, 20 Sep 2022 18:30 WIB
Fakta Kimbab
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Salah satu makanan Korea yang populer adalah kimbab. Makanan mirip sushi ini semakin populer karena drama Korea berjudul 'Extraordinary Attorney Woo'.

Kimbab merupakan makanan khas Korea yang terbuat dari nasi dengan beragam isian lauk dan digulung menggunakan 'kim' atau rumput laut kering. Hidangan ini selintas mirip dengan sushi, namun isiannya matang.

Makanan ini tak hanya populer di Korea, tapi juga negara lainnya, termasuk Indonesia. Tentunya banyak yang menawarkan kimbab di restoran Korea yang ada di Indonesia.

Fakta KimbabFakta Kimbab Foto: Getty Images/iStockphoto

Dilansir dari Asian Today (19/9), kimbab semakin populer karena hadir dalam banyak adegan di drama Korea berjudul 'Extraordinary Attorney Woo' yang tayang di Netflix beberapa waktu lalu. Woo Young Woo, karakter pemeran utama yang mengidap autism spectrum disorder ini diketahui hanya menyantap kimbab dan sang ayah adalah pemilik restoran kimbab.

Karena popularitas drama tersebut sangat baik di beberapa negara. Tentu saja hidangan kimbab juga terkena dampak baik dari popularitas tersebut. Di media sosial juga banyak orang yang membuat kreasi kimbab favorit dari Woo Young Woo 'Extraordinary Attorney Woo'.

Baca Juga: Food Court Iruum dengan Suasana Kantin Korea, Menunya Bikinan Jun Chef!

Berikut fakta menarik dari kimbab khas Korea:

1. Asal-usul Kimbab

Fakta KimbabFakta Kimbab Foto: Getty Images/iStockphoto

Melihat evolusinya, kimbap pada akhirnya adalah kisah sejarah dan perkembangan ekonomi Korea. Namun, asal-usulnya diperdebatkan. Karena ada yang mengatakan kalau kimbab tidak ada sampai Jepang memperkenalkan norimaki ke semenanjung Korea selama pendudukan Jepang di awal abad-20.

Ada juga yang mengatakan kalau kimbab telah ada sejak era Joseon di Korea pada abad ke-19. Di mana kimbab berawal dari bokssam yang merupakan hidangan nasi dan banchan (lauk pauk) diletakkan di atas bejana kering dan dimakan bersama-sama, nasi dan bahan lainnya dibungkus menggunakan selada, daun perilla atau rumput laut.

Istilah 'kimbab' sendiri pertama kali didokumentasikan dalam artikel tahun 1935 di surat kabar Dong-A Ilbo. Sebelum ini, sebuah artikel pada 7 Maret 1930 di surat kabar Korea menawarkan resep untuk norimaki, mengacu pada hidangan tersebut juga sebagai kimssambap.

Setelah pendudukan Jepang dan perang Korea, yang berakhir pada tahun 1953, ekonomi dan infrastruktur Korea Selatan hancur. Pada tahun 1965, kurang dari 1 persen rumah tangga Korea yang memiliki lemari es. Pada masa itu, kimbab disediakan untuk piknik dan tamasya khusus. Karena bahan-bahan dalam kimbab mudah rusak, maka cuka bertindak sebagai semacam pengawet.

Namun pada tahun 1986, kulkas menjadi lebih umum dan 95 persen rumah tangga Korea memilikinya. Akhirnya cuka diganti dengan minyak wijen dalam pembuatan kimbab. Dan tahun 80-an juga terlihat produksi massal rumput laut kering di Korea.

Kemudian kimbab menjadi hidangan yang disajikan untuk bekal anak sekolah, hal ini telah menjadi tradisi. Kimbab juga semakin dikenal luas dengan beragam kreasi di dunia.

Baca Juga: 5 Jenis Kopi Vietnam Unik, Campur Kuning Telur hingga Yogurt



Simak Video "Rekomendasi Jajanan Korea Favorit Kimbab Family"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT