Ini Anggur Shine Muscat, Anggur Viral Seharga Rp 1,6 Juta/Kg

ADVERTISEMENT

Ini Anggur Shine Muscat, Anggur Viral Seharga Rp 1,6 Juta/Kg

Yenny Mustika Sari - detikFood
Minggu, 18 Sep 2022 11:02 WIB
Fakta Anggur Shine Muscat
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Anggur Shine Muscat termasuk buah mahal. Belakangan ini viral di media sosial dan banyak orang mencobanya. Anggur yang manis ini jadi rebutan Jepang dan Korea.

Buah anggur ada beragam jenisnya, paling populer anggur yang berwarna merah keunguan dan anggur hijau. Meskipun anggur biasa dibanderol harga yang cukup mahal, ada varietas baru yang harganya lebih mahal lagi.

Namanya anggur Shine Muscat. Anggur ini berwarna hijau dengan bentuk agak bulat dan ukuran cukup besar. Anggur Shine Muscat ini kabarnya memiliki rasa yang manis dan tanpa biji.

Baca Juga: Wanita Ini Buktikan Porsi Makanan yang Dipesan Online Lebih Sedikit

Dari mana asalnya buah Shine Muscat?

Fakta Anggur Shine MuscatFakta Anggur Shine Muscat Foto: Getty Images/iStockphoto

Anggur Shine Muscat ternyata berasal dari Jepang. Pertama kali dibudidayakan oleh National Institute of Fruit Tree Science (NIFTS) di Jepang pada tahun 1988. Buah ini merupakan hasil persilangan anggur Akitsu-21 dan Hakunan.

Hasil persilangan tersebut menghasilkan buah berwarna hijau dengan tekstur yang renyah, rasa yang manis, tingkat keasaman rendah, serta kepadatan yang tinggi.

Dilansir dari Earth To Veg, tekstur anggur ini agak seperti jeli, dan rasanya super segar dan manis. Kulit anggurnya mudah terkelupas, namun rasanya enak tidak seperti anggur biasa.

Berapa Harga Anggur Shine Muscat?

Anggur Shine Muscat diketahui sebagai varietas buah mahal. Harganya pun terbilang fantastis, tak seperti buah anggur pada umumnya.

Di pasaran, harga buah anggur Shine Muscat ini dibanderol Rp 1 juta - Rp 1,6 juta per kilogram. Kalau harganya di bawah ini biasanya itu buah Shine Muscat tiruan.

Baca Juga: Seharga Mobil, 5 Buah Termahal di Dunia yang Harganya Bikin Melongo



Simak Video "Geliat Produsen Sale Pisang Anggur di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT