ADVERTISEMENT

Kuliner Pusaka Indonesia

Alasan Presiden Soekarno Tak Doyan Petai dan Jengkol

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 20 Agu 2022 11:00 WIB
Presiden Soekarno tidak suka makan petai dan jengkol
Foto: iStock
Jakarta -

Petai dan jengkol merupakan makanan favorit masyarakat Indonesia yang populer dijadikan lalapan. Namun, mendiang Presiden Soekarno tidak menyukainya. Ini alasannya.

Petai dan jengkol kerap kali dipasangkan dalam suguhan makanan. Biasanya masyarakat menikmati petai dan jengkol sebagai menu pelengkap makan sambal, seperti lalapan misalnya.

Kedua tanaman tersebut mampu tumbuh dengan subur di daerah kering. Selain di Indonesia, petai dan jengkol juga populer di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Dikutip dari unggahan chef sekaligus ahli sejarah Wira Hardiansyah di Instagramnya @wirahardiyansyah2.0 (31/01/22), petai sering ditanam sebagai tanaman pagar.

Baca Juga: 7 Makanan Favorit Bung Karno, Semuanya Sederhana dan Nikmat!

Sosok Sukarno tak dapat dilepaskan bila bicara kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia itu juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh duniaPresiden Soekarno tidak suka makan petai dan jengkol. Foto: Getty Images

Jadi makanan favorit orang Indonesia, tapi siapa sangka Presiden pertama Republik Indonesia yang dijuluki sebagai Bapak Proklamator ini tak menyukainya.

Padahal Soekarno sangat mencintai kuliner Indonesia. Kecintaannya pada kuliner Indonesia pun ditulis dalam buku berjudul Mustika Rasa. Namun, Soekarno tidak menyukai petai dan jengkol.

Alasannya karena Soekarno tak ingin kamar mandinya menjadi bau. Mengingat petai dan jengkol merupakan makanan yang dapat menimbulkan bau tajam usai memakannya.

Hal ini pernah diceritakan oleh Gani Kapau Gani Menteri Perhubungan di masa Soekarno kala itu. Saat itu, Adnan mengajak Soekarno untuk makan siang bersama, dikutip dari Historia (24/03/21).

Baca Juga: 4 Fakta Klapertart, Kue Natal Khas Manado Warisan Belanda

Presiden Soekarno tidak suka makan petai dan jengkolPresiden Soekarno tidak suka makan petai dan jengkol karena takut kamar mandunya bau saat buang air kecil. Foto: iStock

Menu makan siangnya disuguhkan petai dan jengkol. Kemudian,Gani mengajakSoekarno untuk memakan petai dan jengkol, tapiSoekarno menolaknya.

"Aku anti petai dan jengkol. Jij (kamu) kan tahu kalau aku ndak mau kamar mandiku bau," ujar Soekarno kala itu.

"Aaaahhhh. Bung, buat apa toh anti sama petai dan jengkol. Mereka toh bukan kapitalisme of kolonialisme. Bahkan itu adalah makanan asli rakyat Indonesia! Sesekali Bung cobalah, rasakan nikmatnya dan itu baik sekali buat Bung punya nier (ginjal)," ujar Gani.

Mengingat Soekarno memang memiliki keluhan pada ginjalnya. Bahkan pada jamuan makan siang disiapkan Fatmawati itu, Fatmawati ikut membujuk sang suami untuk mencicipinya.

Setelah itu, Bung Karno tak kuasa menolak bujukan sang istri. Hingga akhirnya ia pun mau mencoba. Dan itu momen pertama kali Soekarno mencicip petai.

Baca Juga: Kuliner Tradisional Warisan Nenek Moyang yang Kini Tetap Lezat Dinikmati



Simak Video "Makan Nasi Padang Murah Meriah di Dekat Bandara Soetta"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT