ADVERTISEMENT

Bisa Dicoba, Ini 5 Cara Bikin Konten untuk Kembangkan Bisnis Kuliner

Hanifa Widyas - detikFood
Kamis, 21 Jul 2022 19:39 WIB
ilustrasi foto makanan
Foto: iStock
Jakarta -

Bisnis kulinermu stuck dan tidak berkembang? Mungkin kamu bisa menerapkan 5 tips mengenai cara membuat konten dari Founder Start Your Content Academy Victoria Wong.

Dalam kegiatan webinar yang diadakan oleh Kraft Heinz Food Service Institute bersama dengan detikcom pada Kamis (21/7), Victoria mengatakan content marketing adalah pendekatan dengan membuat serta menyebarkan konten dengan tujuan utama menarik pembeli.

Menurutnya, di masa sekarang foodpreneurs harus fokus terhadap content marketing sebab sumber utama masyarakat untuk mencari tahu perihal produk adalah melalui media sosial. Konten sendiri diibaratkan 'jembatan' dari sebuah brand ke pelanggan.

"Konten itu sekarang ibaratnya udah kayak jembatan lah kalau misalnya kita nggak bisa nih komunikasiin apa value produk kita atau nilai produk kita gitu ya lewat konten, maka nggak ada yang bakal paham atau bahkan ngepoin produk kita," ungkap Founder Start Your Content Academy Victoria Wong dalam Webinar 'Cerdas Promosi Tanpa Bikin Cuan Jadi Tipis' yang diselenggarakan detikcom, Kamis (21/7/2022).

Adapun Victoria membagi 5 cara membuat konten supaya menarik.

1. Kenali Niche/Segmen Market

Niche atau segmen market spesifik artinya menargetkan orang-orang atau pelanggan yang memiliki masalah spesifik dan mencari solusi atas masalahnya. Victoria memaparkan masih banyak orang yang salah ketika membuat konten, yakni lebih memilih menargetkan pasar secara luas dibandingkan menentukan segmen market yang spesifik.

"Itu adalah pemikiran yang salah karena justru saat kita berusaha nargetin semua orang, kita gak nargetin satu orang pun. Ibaratnya kayak nulis surat tapi gak tau mau kirim ke siapa," jelasnya.

Saat menentukan segmen pasar secara spesifik, lanjutnya, pebisnis dapat membuat konten dengan pesan yang lebih tersampaikan karena memahami masalah pembeli dan lebih mudah memahami apa yang dibutuhkan oleh pasar.

2. Kenali Pengalaman Pembeli

Victoria membagi pengalaman pembeli menjadi beberapa tahap, yakni unaware, aware, solution, dan action. Menurutnya, untuk mencapai ini pemilik usaha harus terlebih dahulu mencari tahu audiens sudah mencapai pada tahap mana sehingga bisa membuat konten yang tepat untuk mereka.

"Pentingnya kita pahami tahapan ini karena kita harus tahu kira-kira target market kita tuh ada dalam tahapan mana sampai akhirnya mereka percaya sama kita," ungkapnya.

Founder Start Your Content Academy Victoria Wong.Founder Start Your Content Academy Victoria Wong. Foto: Screenshot/detikcom

3. Variasikan Konten

Victoria menjelaskan tahapan ini dengan membagi jenis konten dengan konsep IDEAS, yakni Inspire, Discussion, Educate Entertain, Attachment, dan Selling. Pada tahapan ini, eksperimen dan pengetesan konten sangat diperlukan agar menemukan jenis konten yang paling cocok dengan akun si pemilik brand.

4. Penyusunan Konten Menarik

Victoria menyebut beberapa aspek penting dalam menyusun sebuah konten agar menarik, di antaranya headline, interest, dan call to action.

"Dalam membuat headline, saran dari aku yang pertama 3 detik pertama itu harus menarik. Lalu yang kedua tambahin teks dan hindari pembuatan headline generalis atau headline yang terlalu umum," kata Victoria.

Interest atau jembatan bertujuan untuk membuat audiens semakin penasaran hingga menyaksikan konten hingga akhir. Sedangkan call to action atau ajakan adalah interaksi melalui kalimat untuk mengajak audiens melakukan sesuatu setelah melihat konten.

5. Kenali Karakter Platform Market

Dalam webinar ini, Victoria menyinggung dua media sosial dengan engagement video tertinggi, yakni TikTok dan Instagram Reels. Jika pelaku bisnis maupun brand hendak melakukan promosi atau membuat konten di salah satu media sosial tersebut, Victoria mengingatkan hendaknya mereka mengenali keunggulan masing-masing media sosial serta mempelajari perbedaan algoritma.

Nah, itu dia lima cara membuat konten menarik ala Victoria Wong. Selain kelima cara tersebut, Victoria juga memberikan opsi untuk memasarkan produk melalui jalur endorsement. Namun, sebelum melakukan endorsement, ia menyarankan agar para pelaku bisnis memastikan akun atau pengikut influencer sesuai dengan target pasar mereka.

"Saran dari aku perhatikan kontennya kamu apakah sudah menarik atau sudah dibenahi. Karena gini banyak banget yang suka endorse tapi pas dikepoin sama orang-orang gitu ya ternyata belum siap (profil dan konten)nya," imbuh Victoria.

Semua tips ini dipaparkan oleh Victoria dalam Webinar Kembangkan Bisnis Kulinermu Vol. 2 yang diadakan oleh Kraft Heinz Food Service Institute bersama dengan detikcom. Untuk gelarannya yang kedua ini, Heinz mengangkat tema 'Cerdas Promosi Tanpa Bikin Cuan Jadi Tipis'.

Tidak hanya pemaparan materi dari narasumber, webinar ini juga mengadakan kuis interaktif bersama para peserta dengan nilai hadiah sebesar Rp 200.000. Di samping itu, ada pula cooking class dari Chef Taufik yang membuat menu inspirasi jualan, yakni ricebowl beef bulgogi gochujang dan minuman peach hazelnut

Turut hadir dalam kegiatan webinar ini, di antaranya Founder & Managing Director of META Creative Kevin Christabel, Co-Founder Kopi Soe, Menantea, Ahjoosie, Kumaw & Bonsoe Sylvia Surya, dan Ultra Revenue Officer Ultra Indonesia Bonnie Susilo.



Simak Video "Ciptakan Inovasi untuk Hadirkan Peluang Baru Usahamu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT