ADVERTISEMENT

Ini Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat Basi

Sonia Basoni - detikFood
Senin, 04 Jul 2022 13:30 WIB
Ini Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat Basi
Foto: detikFood
Jakarta -

Selain ramah lingkungan, daun pisang sejak dulu digunakan sebagai pembungkus makanan di Indonesia. Mulai dari membungkus nasi hingga kue. Daun pisang juga menyimpan banyak manfaat.

Tak hanya di Indonesia, daun pisang digunakan di berbagai negara Asia, terutama Asia Tenggara sebagai salah satu bahan memasak yang penting. Daun pisang paling banyak digunakan untuk pembungkus makanan hingga alas makan.

Seperti tradisi ngaliwet dari Jawa Barat, daun pisang digunakan sebagai alas menaruh nasi, sayuran, sambal hingga aneka lauk lainnya. Begitu juga pada penggunaan kue atau jajanan pasar di Indonesia, ada lontong, lemper, nagasari, kue bugis hingga barongko.

Nah, di balik popularnya penggunaan daun pisang sebagai alas makan atau pembungkus makanan dan kue di Indonesia. Ternyata dari segi ilmiahnya, daun pisang ini terbukti mengandung beberapa manfaat.

Ini Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat BasiIni Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat Basi Foto: Site Blog/News

Dilansir dari Patom dan beberapa sumber lainnya (03/07), daun pisang mengandung antioksidan yang tinggi. Di dalam daun ini terdapat senyawa alami yang disebut dengan polifenol.

Baca Juga: Ustaz Ini Sebut Nasi Lemak Bungkus Daun Pisang Mirip Simbol Illuminati" selengkapnya

Seperti epigallocatechin gallate atau EGCG. Senyawa ini juga ditemukan dalam teh hijau. Polifenol adalah antioksidan alami yang dapat memerangi radikal bebas dan mencegah penyakit.

Tekstur daun pisang sulit dicerna jika dimakan langsung, sehingga banyak orang yang memanfaatkannya sebagai pembungkus makanan.

Cara ini bisa membantu makanan menyerap polifenol dari daun sehingga nutrisinya bertambah. Daun pisang juga memiliki sifat anti bakteri yang dapat membunuh kuman sehingga lebih higienis dan tak cepat basi.

Salah satu manfaat yang membuat daun pisang ini dipilih menjadi pembungkus makanan natural. Karena tak hanya organik, namun ketika daun pisang dijadikan alas makan. Misalnya daun pisang diletakan di atas piring.

Ini Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat BasiIni Sebabnya Makanan Dibungkus Daun Pisang Tak Cepat Basi Foto: Site Blog/News

Maka daun pisang ini akan mencegah makanan terkontaminasi atau bersentuhan secara langsung, dengan residu dari sisa-sisa pembersih sabun cuci piring, yang akan selalu ada meski sudah dibilas dengan air.

Banyak yang bilang bahwa daun pisang ini bisa menghasilkan rasa atau aroma yang unik, ketika daun pisang digunakan untuk membungkus makanan panas.

Karena memang ketika bertemu dengan suhu panas dari makanan, daun pisang ini memiliki lapisan lilin yang dapat menghasilkan aroma.

Lilin ini akan meleleh dan menambah rasa ke makanan sehingga membuat makanan terasa lebih enak.

Sementara jika dilihat dari aspek lingkungan. Daun pisang jauh lebih unggul karena daun pisang bukan lah plastik atau styrofoam yang membutuhkan waktu lama untuk terurai. Karena berasal dari pohon dan organik, tentunya daun pisang bisa terurai dalam waktu singkat.

Dalam beberapa negara, daun pisang tak hanya dianggap sebagai pembungkus makanan saja. Misalnya di India, daun pisang dianggap suci karena merupakan lambang keberuntungan dan selalu menjadi persembahan dalam budaya agama Hindu.

Harga daun pisang juga meroket tajam di luar negeri. Seperti di Jepang, selembar daun pisang dibanderol dengan harga 1.980-2.280 Yen (Rp 278 ribu - Rp 321 ribu). Harga ini tampaknya juga disesuaikan dengan ukuran daun pisang yang tersedia.

Baca Juga: Seikat Daun Pisang di Jepang Harganya Ratusan Ribu, Netizen: Di Sini Gratis" selengkapnya



Simak Video "Bikin Laper: Jajal Bebek Bakar Daun Pisang"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT