3 Bahan Ramen Ini Perlu Dicermati Kehalalannya, Ini Kata LPPOM MUI

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 23 Jun 2022 05:00 WIB
3 Bahan Ramen Ini Perlu Dicermati Kehalalannya, Ini Kata LPPOM MUI
Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
Jakarta -

Sebagai salah satu hidangan asal Jepang yang populer Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti kehalalan ramen. Setidaknya ada beberapa aspek yang perlu dicermati.

Masyarakat Indonesia begitu terbuka dengan kuliner asing selagi memiliki rasa yang cocok dengan lidah lokal. Banyak sekali hidangan yang datang dari berbagai negara, seperti Jepang misalnya, yang begitu populer di Indonesia.

Mulai dari sushi, onigiri hingga hidangan mie berkuah hangat bernama ramen. Semangkuk ramen yang diracik dengan mie yang lembut serta siraman kuah kaldu yang gurih creamy digemari begitu banyak orang.

Tetapi perlu diingat, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam maka kehalalan sebuah makanan wajib menjadi hal yang paling utama untuk diperhatikan. Majelis Ulama Indonesia sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi Muslim adalah makanan halal mengkritisi kehalalan hidangan ramen.

3 Bahan Ramen Ini Perlu Dicermati Kehalalannya, Ini Kata LPPOM MUIMenjadi salah satu hidangan terpopuler, kehalalan ramen dikritisi oleh MUI. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

Mengutip informasi pada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) (23/5) ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dari semangkuk mie ramen. Ramen yang beredar di Indonesia harus dipisahkan antara yang halal dan nonhalal.

Dalam pemisahan kategorinya ini, Ir. Muti Arintawati M.Si selaku Wakil Direktur LPPOM MUI mengatakan ada beberapa komponen yang harus begitu diperhatikan. Mulai dari bahan pembuatannya hingga bahan pelengkap lainnya. Berikut 3 komponen dalam racikan ramen yang perlu dicermati kehalalannya.

1. Daging

"Ramen, yang masalah pada penggunaan bahan. Jadi bahan-bahannya harus dipastikan menggunakan dagingnya daging apa? Karena kan ramen pasti menggunakan jenis daging pilihan. Itu yang menjadi titik kritisnya dan harus dipastikan," kata Ir. Muti Arintawati M.Si.

Hal ini lantaran di Indonesia sendiri, walaupun banyak ditemukan ramen yang halal, beberapa kedai ramen masih menyajikan ramen dengan racikan nonhalal. Penekanan in diberikan untuk menjaga kenyamanan umat Muslim saat menyantap berbagai makanan tanpa terkecuali.

2. Shoyu

Bumbu yang digunakan pada ramen, salah satunya shoyu, juga masih menjadi perdebatan yang masih menyita perhatian. Ir. Muti Arintawati M.Si mengatakan shoyu boleh saja digunakan asal terbuat dari murni fermentasi kedelai tanpa campuran bahan nonhalal yang ditambahkan.

"Hal ini (penggunaan shoyu) yang sebenarnya agak sulit. Susah untuk menanyakan satu persatu tentan shoyu apa yang digunakan dalam racikan ramennya. Sementara untuk bumbu segar yang lainnya tidak terlalu dipermasalahkan," lanjut Ir. Muti Arintawati M.Si.

3 Bahan Ramen Ini Perlu Dicermati Kehalalannya, Ini Kata LPPOM MUISalah satu yang di kritisi adalah penggunaan bahan pada pembuatan mienya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

3. Mie

Tidak hanya pada bumbunya, adonan mie yang digunakan juga diungkapkan perlu melalui pengawasan yang cukup ketat. Walaupun menggunakan bahan utama berupa tepung yang bisa dipastikan kehalalannya tetapi campuran seperti minyak dan yang lainnya ditakutkan akan mengontaminasi bahan-bahan halal yang digunakan.

Sebelumnya, MUI juga menegaskan bahwa suatu makanan yang halal dapat berubah menjadi haram hanya karena terkontaminasi oleh bahan yang diharamkan. Hal ini serupa dengan larangan menggunakan peralatan memasak yang sama antara makanan halal dan makanan nonhalal.



Simak Video "Menjajal Ramen Autentik Khas Jepang di Kawasan SCBD"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/odi)