ADVERTISEMENT

Apakah Bir Pletok Bisa Disertifikasi Halal oleh MUI?

Riska Fitria - detikFood
Minggu, 19 Jun 2022 10:00 WIB
Bir Pletok, the traditional non-alcoholic beer from Betawi culture, Jakarta. The beer, that is basically a herbal concoction, is served with foam on top after being shaken with ice cubes. The beer is served in a old-fashioned glass filled with ice cubes and garnished with lemongrass and pandan leaf.
Foto: iStock
Jakarta -

Mengandung alkohol, bir tentu saja tidak memiliki sertifikasi halal. Namun bagaimana dengan bir pletok khas Betawi? Apakah bisa dapat sertifikasi halal?

Bir dikenal sebagai minuman beralkohol. Bagi muslim, mengonsumsi minuman alkohol hukumnya haram. Karenanya berbagai merek bir pun tidak bisa mendapat sertifikasi halal dari MUI.

Namun uniknya, di Indonesia ada minuman tradisional yang disebut bir pletok. Karena menggunakan nama 'bir' apakah bisa minuman itu dapat sertifikasi halal dari MUI?

Perlu diketahui, meskipun namanya bir tetapi minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir pletok merupakan minuman tradisional khas Betawi yang terbuat dari rempah-rempah.

Baca Juga: Tak Hanya Rendang Babi, Ada Juga Nasi Uduk Lauk Dendeng Babi

Mulai dari jahe, jahe merah, sereh, kunyit, kayu secang kayu manis, lada hitam, daun pandan dan masih banyak lagi. Minuman ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Karena terbuat dari bahan halal, tentu saja halal pula mengonsumsinya. Bahkan kini banyak orang yang memproduksi bir pletok untuk dijual dengan berbagai merek.

Bir Pletok, the traditional non-alcoholic beer from Betawi culture, Jakarta. The beer, that is basically a herbal concoction, is served with foam on top after being shaken with ice cubes. The beer is served in a old-fashioned glass filled with ice cubes and garnished with lemongrass and pandan leaf.Bir Pletok Foto: iStock

Bir pletok inilah satu-satunya 'bir' yang bisa mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Belum lama ini LPPOM MUI memberikan sertifikasi halal gratis untuk produk bir pletok.

Sertifikasi halal itu diberikan dalam acara Festival Syawal 1443 H. Hal ini juga sekaligus sebagai upaya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dalam meluruskan salah kaprah di masyarakat yang menganggap bir pletok tidak bisa disertifikasi.

Baca Juga: Setelah Rendang Babi, Ada Juga Nasi Uduk Aceh Lauk Dendeng Babi

Secara urf' (adat istiadat), bir pletok tidak diasosiasikan dengan produk yang haram sehingga Komisi Fatwa MUI telah menetapkan Bir Pletok bisa mengajukan sertifikasi halal tanpa harus mengganti nama.

"Namun, ketentuan ini tidak otomatis menetapkan bahwa Bir Pletok Betawi pasti halal, karena untuk menetapkan kehalalannya tentu tetap mengacu pada hasil pemeriksaan auditor dan Rapat Komisi Fatwa. Dalam hal ini, LPPOM MUI sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) berperan dalam pemeriksaan kehalalan bir pletok," tegas Direktur Utama LPPOM MUI, Ir. Muti Arintawati, M.Si.

Bir Pletok, the traditional non-alcoholic beer from Betawi culture, Jakarta. The beer, that is basically a herbal concoction, is served with foam on top after being shaken with ice cubes. The beer is served in a old-fashioned glass filled with ice cubes and garnished with lemongrass and pandan leaf.Bir Pletok Foto: iStock

Sementara itu, nama bir yang mengarah ke hal yang haram, seperti bir 0% alkohol, dengan rasa mirip bir, tidak bisa disertifikasi halal meski tidak mengandung alkohol dan tidak memabukkan. Hal ini terkait Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standarisasi Fatwa Halal.

Di dalamya terdapat larangan mengonsumsi makanan atau minuman yang menggunakan nama atau simbol yang mengarah pada kekufuran dan kebatilan. Seperti nama hewan atau produk yang diharamkan.

Baca Juga: Apakah Kepiting dan Teripang Halal Dimakan? Ini Kata MUI



Simak Video "Bikin Laper: Manjakan Lidah dengan Aneka Masakan Betawi di Serpong"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT