ADVERTISEMENT

Kuliner Halte TransJakarta

Lamak Bana! Gulai Ikan Kakap dan Rendang di Dekat Halte Pasar Muara Karang

Diah Afrilian - detikFood
Minggu, 19 Jun 2022 11:00 WIB
Lamak Bana! Gulai Ikan Kakap dan Rendang Empuk di Dekat Halte Pasar Muara Karang
Foto: detikcom/Diah Afrilian
Jakarta -

Berawal dari menjual bumbu selama 30 tahun, Mariana kini sukses mendirikan rumah makan Padang di Jakarta. Ia membuat hidangan peranakan Padang-Medan yang sayang dilewatkan!

Nasi Padang selalu jadi favorit. Walaupun berasal dari Minang, tetapi kelezatannya disukai oleh banyak masyarakat Indonesia.

Kalau mau coba racikan nasi Padang yang beda, mampirlah ke dekat halte Pasar Muara Karang. Di sini ada sebuah rumah makan Padang yang unik.

Lokasinya tidak terlalu jauh dari halte Pasar Muara Karang sehingga cocok dikunjungi jika ingin mencoba jalan-jalan dengan menaiki bus TransJakarta. Bernama Minang Bersaudara, rumah makan ini sempat jadi perbincangan di media sosial.

Untuk menyambangi Minang Bersaudara, kamu bisa naik bus menuju Halte Harmoni Central Busway terlebih dahulu. Setelahnya, kamu harus transit dan berpindah bus dengan nomor koridor 1A Balaikota - Pantai Indah Kapuk.

Di kawasan Muara Karang yang tidak menggunakan halte Bus Rapid Transit (BRT) membuat penumpangnya harus mendengarkan pemberitahuan di dalam bus dengan cermat.

Pemberhentian Pasar Muara Karang menjadi tujuan untuk datang ke Minang Bersaudara. Setelah turun dari bus, kamu perlu berjalan lurus sekitar 50 meter sampai bertemu pertigaan yang ada lampu merah.

Setelah itu belok ke kiri dan terus berjalan sejauh 130 meter. Kamu akan menemukan rumah makan Padang dengan tulisan "Minang Bersaudara".

Lamak Bana! Gulai Ikan Kakap dan Rendang Empuk di Dekat Halte Pasar Muara KarangJadi penjual bumbu giling selama 30 tahun, Mariana punya banyak pelanggan pemilik rumah makan Padang. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Berawal dari pedagang bumbu selama 30 tahun

Rumah makan Minang Bersaudara terkenal dengan menunya yang unik karena mencampurkan cita rasa khas Padang dengan sedikit sentuhan Medan. Hal ini bukan tanpa alasan. Mariana selaku pemiliknya, mengungkapkan bahwa jauh sebelum mendirikan rumah makan Padang, ia lebih dahulu berjualan bumbu giling di salah satu pasar di kota Medan.

Sebagai seorang pedagang bumbu, Mariana berupaya untuk menjaga kualitas bumbu giling yang dihasilkannya sebagus mungkin. Bahkan masa-masa berjualan bumbu ini menjadi waktu riset bagi Mariana untuk mempelajari bumbu memasak hidangan Minang.

"Saya jualan bumbu itu sudah 30 tahun. Waktu di Medan, kita jualan di pasar pembelinya itu banyak orang Padang. Jadi saya banyak tanya soal racikan bumbu khas Padang itu seperti apa. Bahkan pekerja saya juga ada yang orang Padang, saya tanya bagaimana cara orang tuanya memasak di rumah? Sampai akhirnya saya punya racikan yang pas dan makin banyak pelanggan," kata Mariana.

Ia lantas hijrah ke Jakarta untuk usaha berjualan bumbu di Pasar Muara Karang. Memiliki pengalaman mendirikan bisnis rumah makan Padang saat di Medan, Mariana kembali memanfaatkan resep yang didapatkan langsung dari salah satu kerabatnya yang asli Bukittinggi.

Tidak disangka, sejak pembukaan rumah makan Padang yang beroperasi pada 2019 ini, peminat nasi Padangnya selalu ramai bahkan saat pandemi melanda. Mariana berkomitmen menghidangkan makanan dengan kualitas rasa terbaik.

Menggunakan bahan-bahan yang segar dan premium

Lamak Bana! Gulai Ikan Kakap dan Rendang Empuk di Dekat Halte Pasar Muara KarangUntuk hasil rasa terbaik, ia menjaga kualitas dan kebersihan bumbunya dengan begitu teliti. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Tidak ingin seperti penjual bumbu lainnya, seluruh racikan bumbu yang dijual Mariana digiling sendiri dan berbeda dengan bumbu yang dijual di pasar. Mulai dari bawang merah, bawang putih hingga bumbu kari yang menjadi kunci untuk resep masakan Padangnya tersusun di rapi di dapur yang juga dijaga kebersihannya.

"Ini semua bumbunya saya buat sendiri. Bawang merahnya, bawang putih, bumbu kari, bumbu rendang semuanya berbeda dengan yang di pasar. Kalau yang di pasar dijual seribu dua ribu itu kebanyakan pakai kulit. Kalau di sini semuanya murni bawangnya dan dipilih dengan baik," kata Mariana.

Bumbu rahasia yang disebutnya sebagai bumbu kari juga tidak keberatan untuk ditujukan langsung kepada detikfood. Menurut keterangan Mariana, ada sekitar 14 jenis bumbu dan rempah yang dihaluskan hingga menjadi tepung yang resepnya asli dari Bukittinggi.

Bumbu rahasia inilah yang kemudian menjadi pembeda antara hidangan yang dibuat oleh Mariana dengan hidangan di rumah makan Padang lainnya. Mariana juga menggunakan santan kental yang keluar dari perasan kelapa pertama kali.

Mariana mengungkapkan bahwa jenis santan ini membuat rendang dan gulainya menjadi lebih beraroma dan tidak cepat asam rasanya. Sedangkan untuk santan cairnya biasanya hanya dijadikan sebagai campuran untuk sayur atau bumbu lain yang lebih cair.

Ada kelezatan ikan kakap hingga rendang sengkel di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT