ADVERTISEMENT

Nasi Padang Babi Bikin Heboh, Ini Fakta Restoran dan Menunya

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 11 Jun 2022 10:30 WIB
Rendang
Foto: iStock

3. Pendapat Chef asal Minangkabau

RendangChef asal Minangkabau berpendapat bahwa rendang babi tak ada yang asalkan asalkan menerapkan adab Foto: iStock

Chef asal Minangkabau yang akrab disapa Uda Dian juga turut memberikan pendapatnya lewat Instagramnya @udadiananugrah (10/06). Ia menyebut bahwa tak ada yang salah dengan rendang babi.

Namun, ada beberapa adab yang harus diperhatikan bagi restoran ketika menawarkan rendang babi. Mengingat mayoritas masyarakat Minang adalah umat muslim yang memiliki nilai dan budaya.

"Itu sah-sah saja apalagi itu jelas-jelas mencantumkan kata 'non halal', tidak pas rasanya mengkritisi hal tersebut secara berlebihan," tutur Chef Dian.

Sementara itu, beberapa adab yang perlu diperhatikan adalah penggunaan nama dan unsur-unsur yang mendeskripsikan sebagai restoran Padang.

Misalnya, kata 'Babiambo' diganti tanpa menggunakan kata-kata Minang. Menurutnya, cara itu adalah sebuah produktif sebagai adab dalam bergaul sesama anak bangsa.

Selain itu, dinilai kurang pas juga pada logo restoran seperti mendeskripsikan rumah gadang. Sebab rumah gadang memiliki falsafah tersendiri di dalamnya.

"Karena ketahuilah bahwa atap rumah gadang Minangkabau yang tinggi menjulang ke langit itu mempunyai arti dalam yakni mengagungkan keesaan dan kebesaran Allah SWT," ujarnya.

Baca Juga: Ini Pendapat Chef Minang soal Rendang Babi yang Tuai Pro Kontra

4. Pemilik Restoran Minta Maaf

Pemilik usaha nasi padang babi, Sergio (Anggi-detikcom)Pemilik usaha nasi padang babi, Sergio (Anggi-detikcom) Foto: Pemilik usaha nasi padang babi, Sergio (Anggi-detikcom)

Dari kejadian ini, Sergio selaku pemilik usaha nasi Padang babi dibawa ke kantor polisi. Ia mengklarifikasi bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk menyinggung suku manapun.

"Saya pribadi mewakili brand sebelumnya yang disebut Babiambo yang pernah beroperasi selama berapa bulan ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya buat teman-teman atau saudara-saudara saya yang mungkin merasa tersinggung atau mungkin saya berniat seperti melecehkan, tapi sama sekali tidak," kata Sergio di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (10/6/2022) seperti yang dikutip dari detikNews.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya murni mencoba usaha kuliner rumahan karena terdampak pandemi. Usahanya itu dijalani pada awal tahun 2022 dan hanya berlangsung 3 bulan.

Baca Juga: Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Minta Maaf: Tak Ada Tujuan Singgung Suku



Simak Video "Dubes RI untuk Bulgaria Sukses Tarik Investasi Bahan Makanan USD 2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]

(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT