Disajikan di Batok Kelapa, Ini Baje Lolong yang Manis Legit dari Mandar

Abdy Febriady - detikFood
Senin, 23 Mei 2022 13:00 WIB
Baje Lolong, kue khas Mandar
Foto: Abdy Febriady
Polewali Mandar -

Masyarakat suku Mandar di Sulawesi Barat punya banyak kuliner khas. Salah satunya baje lolong yang disajikan di batok kelapa. Rasanya manis legit!

Baje lolong selintas mirip kue wajik yang umum ditemui di Jawa, namun teksturnya lebih kenyal dan berair mirip bubur. Baje lolong kian unik karena disajikan menggunakan batok kelapa.

Kue manis khas Polewali Mandar ini dibuat dari parutan kelapa, gula merah, dan beras ketan. Cara membuatnya cukup mudah.

Parutan kelapa, gula merah dan beras ketan disangrai dalam wajan. Selama proses sangrai berlangsung, ketiga bahan tersebut terus diaduk hingga mulai kenyal menyerupai adonan.

Sebelum mengeras, adonan bahan tadi langsung dimasukkan ke dalam batok kelapa yang sudah dibersihkan. Penggunaan wadah ini dinilai membuat aroma baje lolong jadi lebih nikmat.

Baje Lolong, kue khas MandarBaje Lolong, kue khas Mandar Foto: Abdy Febriady

Salah satu warga yang masih menekuni usaha kudapan tradisional ini bernama Rosdiana (65 tahun), warga Dusun Teppo, Desa Lembang-lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Ia mengatakan sudah lebih 20 tahun membuat baje lolong.

"Sudah sejak dulu buat kue ini (baje lolong), sudah lebih 20 tahun lamanya," ungkap Rosdiana kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Meski sudah lama menekuni usaha ini, Rosdiana mengaku tidak mengetahui awal mula penggunaan batok kelapa sebagai wadah untuk menyajikan baje lolong.

"Hanya saja kalau ada yang pesan mereka meminta supaya disajikan dalam batok kelapa. Kata orang rasanya beda, lebih enak dalam batok kelapa," ujarnya.

Baca Juga: Gado Gado Sultan ala Polewali Mandar yang Unik Racikannya

Rosdiana menjelaskan setidaknya dalam sehari menghabiskan 8 hingga 20 liter beras ketan untuk diolah menjadi makanan khas, salah satunya baje lolong. Proses pembuatannya dilakukan di dapur rumahnya, dengan bantuan empat warga.

"Biasanya proses pembuatan kami lakukan dari pagi sampai siang, kadang juga sampai sore, tergantung pesanan," terang wanita empat anak.

Untuk satu porsi baje lolong dalam batok kelapa dijual seharga Rp 10.000. Panganan ini mampu bertahan selama dua hingga tiga hari.

Diakui Rosdiana, pelanggan baje lolong buatannya tidak hanya berasal dari warga setempat saja, tapi juga orang-orang dari luar daerah. Banyak warga yang memesan baje lolong sebagai oleh-oleh.

"Biasanya orang pesan jemput ke sini (rumah). Dibawa ke Kalimantan, Jakarta sebagai oleh-oleh," pungkasnya.

Baca Juga: Manisnya Baje Lolong, Kue Khas Mandar yang Disajikan Pakai Batok Kelapa



Simak Video "Aksi Brutal Geng Motor di Gowa, 1 Pemuda Terkena Busur"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)