Soft Baked Cookies le biscuit Tercipta karena Lockdown Corona

Zefanya Aprilia - detikFood
Selasa, 12 Apr 2022 09:25 WIB
Soft cookies
Foto: dok. Instagram/lebiscuit.id
Jakarta -

Soft baked cookies, seperti namanya adalah kue dengan tekstur lembut dan lumer di dalam dan renyah di luar. Kue ini sempat menjadi tren di tahun 2020 dan sampai saat ini masih populer di kalangan pencinta kuliner.

Soft baked cookies biasanya menjadi makanan untuk menemani minum teh, kopi, atau susu. Kue ini memang cocok untuk dinikmati dalam suasana apa pun.

Sambil menyeruput teh manis hangat, soft baked cookies juga bisa juga menjadi pilihan untuk berbuka puasa. Apalagi makanan manis dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat.

Tidak hanya itu, soft baked cookies juga dapat menjadi pilihan tepat untuk hampers Lebaran atau disajikan sebagai kue Lebaran nanti.

Tertarik mencoba? Kamu yang berada di Jakarta bisa mendapatkanya di le biscuit dengan berbagai macam rasa, mulai dari classic chocolate chip, double dark chocolate chip, matcha macadamia white chocolate, red velvet, dan masih banyak lagi.

Selain itu, le biscuit juga menawarkan jenis giant cookies, yaitu cookies dengan berat 95-100 gram berukuran diameter 8-9 cm. Kue berukuran besar ini cocok untuk dinikmati bersama.

Sastro Gozali, pemilik le biscuit, mulai mendirikan usahanya sejak diberlakukannya pembatasan sosial karena pandemi.

"Gara-gara efek pandemi and lockdown waktu itu, iseng belajar dari YouTube dan coba posting di Instagram dan ternyata mendapatkan respons yang sangat baik dari customers. Mulai usaha sejak May 2020," kata Sastro kepada detikcom baru-baru ini.

Saat ini, Sastro mengaku melayani pesanan 1.500-3.000 pcs per bulan. Semuanya diproduksi sendiri menggunakan bahan-bahan berkualitas.

Dalam merintis usahanya, ia menggunakan strategi promosi di media sosial serta memberikan berbagai potongan harga agar dapat sampai ke target pasar. Selain itu, Sastro juga mengikuti program pengembangan bisnis kuliner 'Kembangkan Bisnis Kulinermu' persembahan detikcom dan Kraft Heinz Food Service.

"Dari temanya aja udah 'Kembangkan Bisnis' tentunya dengan mengikuti program ini dapat mengembangkan bisnis lebih maju dan ke level berikutnya," kata Sastro saat ditanya mengenai alasannya mengikuti program tersebut.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dari program tersebut dapat diterapkan secara nyata dan dapat dikembangkan langsung.



Simak Video "Bikin Laper: Blusukan Cari Camilan di Kawasan Pasar Minggu"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)