5 Sunah Sahur Rasulullah SAW, Makan Jelang Subuh dan Secukupnya

Devi Setya - detikFood
Senin, 11 Apr 2022 06:00 WIB
3 Etika Baik yang Bisa Diterapkan Non Muslim di Bulan Ramadhan
Foto: iStock
Jakarta -

Sahur menjadi bagian dari ibadah puasa saat bulan Ramadan. Rasulullah SAW juga memiliki anjuran makan sahur yang bisa diikuti sebagai sunah.

Sebelum menjalani ibadah puasa, umat muslim biasanya akan menyantap makanan sahur. Sahur ini dimaksudkan untuk mengisi energi dengan makanan dan minuman sebelum menahan lapar dan haus selama seharian.

Sahur dilakukan pada dini hari sebelum matahari terbit atau sebelum waktu adzan subuh berkumandang. Makan sahur bukanlah termasuk ibadah wajib namun sunah muakkad atau sunah yang dianjurkan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Bersahurlah karena dalam makanan sahur terdapat keberkahan" (HR. Bukhari no. 1922 dan Muslim no. 1095).

Berikut beberapa sunah sahur yang dianjurkan Rasulullah SAW:

1. Bangun untuk makan sahur

Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan sahur. Sahur adalah waktu makan yang diberkahi oleh Allah SWT, jadi sebaiknya jangan ditinggalkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist Abdullah bin Al Harits dari seorang sahabat Rasulullah SAW.

"Aku masuk menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasaa`i dan Ahmad).

Meskipun hanya makan sedikit atau minum segelas air putih, tetapi upayakan untuk tetap bangun untuk sahur. Meskipun beberapa orang menganggap hal ini sulit dilakukan karena tidak terbiasa.

Umat Muslim Sebaiknya Tak Bersikap Israf alias Berlebihan Saat Makan dan MinumUmat Muslim Sebaiknya Tak Berlebihan Saat Makan dan Minum Foto: Getty Images/RyanJLane

2. Jangan makan berlebihan

Salah satu tujuan dari sahur adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sebelum berpuasa. Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 10 jam oleh karenanya makan sahur terbilang penting.

Meskipun demikian, bukan berarti kamu harus makan dan minum sebanyak-banyaknya. Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan sahur dalam porsi secukupnya dan tidak berlebihan.

Allah SWT juga berfirman dalam surah A'raf 7: Ayat 31 untuk tidak bersikap berlebihan dalam hal apapun.

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 31).

3. Makan di akhir waktu sahur

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk menyantap makanan sahur menjelang adzan subuh. Tujuannya agar perut lebih kenyang dan tentunya bisa langsung melakukan ibadah sholat subuh. Sunah ini disebutkan oleh Anas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu.

"Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan: Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Rasulullah menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur'an." (HR Bukhari Muslim).