Jahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai Pesugihan

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 07 Apr 2022 19:13 WIB
Jahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai Pesugihan
Foto: Twitter @askrlfess
Jakarta -

Jualan nasi goreng di area perumahan. Emak-emak ini rela sebar isu palsu bahwa tetangganya pakai penglaris dan pesugihan bentuk monyet untuk larisan dagangannya.

Isu pesugihan yang digunakan warung makan atau tempat makan sering kali menjadi topik perbincangan hangat. Tapi tidak semua tempat makan yang ramai selalu menggunakan penglaris atau pesugihan, banyak tempat makan yang diantre orang-orang karena rasanya memang enak.

Tapi ada saja yang iri melihat usaha orang-orang yang mereka kenal sukses. Seperti kisah yang dibagikan salah satu pengguna Twitter lewat akun base @askrlfess (07/04).

Baca Juga: Ngeri! Sajian Kenduri di Acara Ini Konon Jadi Cara Mencari Tumbal" selengkapnya


Pengguna Twitter yang bersifat anonim ini curhat bahwa warung makan ibunya yang menjual nasi goreng, baru saja mendapatkan kabar tak sedap yang disebarkan oleh tetangganya sendiri. Bahkan usaha sang ibu difitnah menggunakan pesugihan monyet, yang disebarkan tetangganya via aplikasi WhatsApp yang berisi tetangga lainnya.

"Nangis banget. Ibu aku difitnah sama tetangga depan rumah. Jadi ibu aku itu jualan nasi goreng. Si ibu-ibu ngefitnah, katanya ibu aku pake pesugihan mentang-mentang belakangan ini rame, padahal nggak. Ini chat di group senam ibu-ibu. Aku barusan dikirimin chat sama tetanggaku. Ibu aku gak sempat ikut senam, jadinya gak join group tersebut," curhat sang pengguna Twitter.

Jahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai PesugihanJahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai Pesugihan Foto: Twitter @askrlfess

Dalam unggahan tangkapan layar pembicaraan itu, tampak tetangganya yang sirik itu menyebar fitnah tentang dagangan nasi goreng milik sang ibu.

"Bu ibu, ada informasi penting nih. Tapi jangan lah dikasih tau ke orangnya ya, soalnya nanti orangnya marah. Waktu malem Jumat kemaren tuh, saya melihat ada makhluk mengerikan masuk ke warung Ibu *** seperti monyet, sepertinya ibu *** menggunakan ilmu PESUGIHAN MONYET," sebar sang emak-emak tersebut dengan heboh.

"Hati-hati ibu-ibu, nanti kena musbah lho. Tak kasih info mazeh.." sambung emak-emak tersebut. Cuitan ini langsung berhasil menarik komentar sarkastik dari para netizen yang kesal sendiri, melihat aksi emak-emak itu menyebar isu palsu.

"Sorry to say, gue kalo jadi elo gue bales. Gue emosian anaknya. Kalo perlu gue datengin rumahhnya. Gue suruh sumpah pake kitab depan warga. Kalo elo benar, elo perlu bela diri. Itu yang paling penting, gue gapapa diinjek yang penting jangan nyokap gue," cecar @hits** kesal.

Jahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai PesugihanJahat! Emak-emak Ini Sebar Isu Dagangan Nasgor Tetangganya Pakai Pesugihan Foto: Twitter @askrlfess

"Astaghfirullah, semoga tetangga kamu diberi hidayah nder. Semoga jualan ibu kamu tetep laris yah, amin," komen @lala**.

"Mirip tetangga saya. Tetangga saya suka gosip keluarga saya pake pesugihan. Katanya gini: Itu anak Pak Danu sukanya pesen makan mulu, jajan yang enak-enak mulu. Bajunya juga bagus-bagus terus padahal lagi Corona, orang lain pada kesusahan tapi keluarganya masih bisa foya-foya. Padahal keluarga saya punya perusahaan penyuplai pakaian ke grosir-grosir," curhat @riri**.

"Mama aku pernah dituduh ngambil ikan tapi gak bayar, yang nuduh penjual ikannya langsung. Mamaku dipermalukan di depan banyak orang, terus mama aku bongkar belanjaannya, kebetulan mama aku belum beli ikan," tulis netizen lainnya.

Tentunya isu yang disebar emak-emak ini tidak terbukti sama sekali. Cuitan tentang fitnah nasi goreng yang menggunakan pesugihan monyet ini, berhasil menarik ratusan komentar, hingga disukai 908 pengguna Twitter lainnya.

Baca Juga: Waspada! Ini 6 Ciri Rumah Makan yang Pakai Bantuan Jin dan Pesugihan" selengkapnya



Simak Video "Cerita Pemilik Rintis Usaha Nasi Goreng Padang Upiak"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)