Cicip Daging Babi Nabati, Jurnalis Muslim Ini Merasa Bersalah hingga Mual

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Jumat, 01 Apr 2022 18:30 WIB
Cicip Daging Babi Nabati, Jurnalis Muslim Ini Merasa Bersalah hingga Mual
Foto: Abrar Al-Heeti/CNET
Jakarta -

Produk daging nabati alias 'daging' vegan kini bermunculan, termasuk Impossible Pork alias 'daging babi' berbahan tumbuhan. Jurnalis Muslim ini mencicipi Impossible Pork dan mengungkap perasaannya.

Demi produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan, kini muncul berbagai produk daging vegan. Salah satu produsen terbesarnya, Impossible Foods asal Amerika Serikat.

Mereka terus memperkaya produknya. Pada September 2021, Impossible Foods memperkenalkan Impossible Pork yaitu daging vegan yang meniru tekstur hingga rasa daging babi sungguhan.

Produk ini disebut-sebut jadi alternatif 'daging babi' yang bisa dikonsumsi muslim karena sifatnya yang tidak mengandung bahan haram. Namun di Singapura, produk ini tetap tidak bisa mendapat sertifikat halal karena wujud dan sifatnya menyerupai makanan haram.

Meski begitu, ada beberapa muslim yang tetap tertarik mencicipi 'daging babi' nabati. Salah satunya Abrar Al Heeti, jurnalis wanita Muslim dari CNET. Ia membagikan pengalaman menariknya ini (4/11/2021).

Daging Babi Vegan Mulai Jadi Menu Restoran, Begini RasanyaDaging babi nabati ketika diolah jadi sajian menggiurkan di Singapura. Foto: Asia One/Facebook/City Nomads

"Ini terasa sangat salah. Tangan saya bergetar dan keraguan mulai memasuki pikiran. Saya melawan keraguan itu dan menggigitnya," kata Abrar Al-Heeti. Awalnya ia mengaku sulit mendeteksi rasa daging sebab bercampur dengan bahan lain yang jadi isian banh mi.

"Saya mengambil potongan 'daging babi' untuk mencicipi rasa aslinya. Teksturnya kenyal dan mirip dengan ayam, meski ada rasa lebih gurih dan berasap," ujarnya. Ia makan beberapa gigit sandwich saja, namun merasa bersalah.

Abrar Al Heeti mengatakan perasaan itu muncul karena dirinya adalah seorang muslim yang memang tidak pernah makan babi, kecuali dalam beberapa kasus 'kecelakaan' dimana ia tidak sengaja makan daging babi seperti yang terdapat pada bacon atau pepperoni.

Secara umum ia merasakan pengalamannya makan 'daging babi' nabati ini membuat otak dan perutnya memiliki kesulitan untuk mencerna. "Sekitar 15 menit setelah saya memakannya, saya merasa sedikit mual hingga tidak bisa makan seperti biasa sampai beberapa jam kemudian," lanjut Abrar Al Heeti.

Ia mengaku sadar sepenuhnya kalau keraguan dan ketidaknyamanan yang muncul hanya ada di kepalanya, sama seperti ketika dia mencoba Impossible Burger dimana patty daging sapinya diganti 'daging' vegan.

Jurnalis muslim ini melanjutkan, "Saya membayangkan ketidaknyamanan itu berasal dari mengonsumsi sesuatu yang tidak biasa. Tapi kali ini (mencicipi Impossible Pork) ada unsur tambahan dari makan sesuatu yang terlarang, yang pada akhirnya tidak cocok dengan saya."



Simak Video "5 Fakta Nasi Padang Babi yang Viral di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]