Kasus COVID-19 Masih Tinggi di Shanghai, Petugas Pengantar Makanan Harus Lembur

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 31 Mar 2022 14:30 WIB
Kasus COVID-19 Masih Tinggi di Shanghai, Petugas Pengantar Makanan Harus Lembur
Foto: SCMP/AFP/Site
Jakarta -

Ketika di negara lain kasus COVID-19 perlahan menurun. Berbeda dengan Shanghai yang kasusnya terus melonjak tinggi yang membuat banyak petugas pengantar makanan kewalahan.

Lebih dari dua tahun hidup berdampingan dengan COVID-19, kini banyak negara yang mulai melonggarkan protokol kesehatan mereka dan mulai menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya. Namun kondisi yang berbeda justru terjadi di Shanghai, China.

Dilansir dari SCMP (29/03), tingginya pertambahan kasus COVID-19 di Shanghai, membuat banyak warganya lebih memilih isolasi atau karantina mandiri di rumah mereka masing-masing.

Karena pertambahan kasus yang banyak dalam waktu singkat, membuat orang-orang yang tengah karantina di rumah, hanya bisa mengandalkan layanan pesan antar makanan. Sampai belanja kebutuhan sehari-hari lewat toko online.

Baca Juga: Salah Alamat, Pengantar Makanan Ini Malah Ancam Polisikan Penerima Makanan" selengkapnya https://food.detik.com/info-kuliner/d-5921846/salah-alamat-pengantar-makanan-ini-malah-ancam-polisikan-penerima-makanan


Shanghai sendiri diketahui sebagai kota yang cukup terdampak sejak pandemi melanda kota itu di tahun 2020. Kini jumlah kasusnya kembali tinggi semenjak varian Omicron masuk ke kota itu.

Tapi dampak dari banyaknya orang yang karantina di rumah, membuat para petugas pengantar makanan harus kerja lembur dan sampai kewalahan. Karena banyak sekali warga Shanghai yang memesan makanan di restoran, sampai memesan bahan makanan lewat jasa online ini.

Kasus COVID-19 Masih Tinggi di Shanghai, Petugas Pengantar Makanan Harus LemburKasus COVID-19 Masih Tinggi di Shanghai, Petugas Pengantar Makanan Harus Lembur Foto: SCMP/AFP/Site

Menurut Gao Lei, salah satu petugas pengantar makanan, ia merasakan perbedaan yang pesat.

"Dulu saya biasanya mengantarkan makanan atau pesanan sekitar 80-90 order setiap harinya. Tapi sekarang jumlahnya berkali-kali lipat. Setiap harinya saya menerima pesanan mengantar makanan lebih dari 100 kali," ungkap Gao.

Kami ini bertangan besi, setiap ada tantangan kami hadapi dengan cepat. Entah dalam kondisi normal, atau kondisi darurat seperti COVID-19 sekarang. Kami selalu berkomunikasi dengan cepat untuk menyelesaikan masalah sesegera mungkin," jelas Zhang Yangyang, selaku Sorting Depot Manager, tempat supermarket online yang kini banyak dipesan warga Shanghai.

Menurut data yang dihimpun dari SCMP, rata-rata setiap harinya ada lebih dari 31 kasus baru, dan 800 orang yang terjangkit COVID-19 dengan gejala ringan. Sementara meningkat pesatnya permintaan layanan pengantar makanan mulai dirasakan di Shanghai sejak tanggal 16 Maret lalu.

Banyak komentar pujian dari netizen untuk para pengantar makanan di sana.

"Salam hormat untuk semua pengantar makanan di seluruh dunia. Ketika semua orang tumbang, mereka seakan dikirim oleh Tuhan untuk membantu kita," komen San**.

"Sekarang saya tinggal di Suzhou, dan memang sedang lockdown juga. Tapi para pengantar makanan ini sangat membantu China, dan warganya. Mereka seharusnya diberikan penghargaan tertinggi dari kita semua," puji Hum**.

Baca Juga: Pria Ini Coba Jadi Pengantar Makanan Selama 100 Hari karena Penasaran" selengkapnya



Simak Video "Gemasnya Bakpao Karakter Khas Imlek di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)